Media pembelajaran didefinisikan sebagai suatu alat yang dapat digunakan dalam membantu proses pembelajaran yang lemenekakan pada pemahaman skill dan konseptual dan penerapan pengetahuan secara praktis. Studi ini bertujuan untuk memberikan bantuan secara nyata maupun fungsional dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan konteks sekolah dasar, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 01 Pari, Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan bentuk kegiatan pendampingan berupa pelatihan dan lokakarya. Program pelatihan ini dilaksanakan melalui lima tahap: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, Pengendalian, dan Evaluasi (POACE) dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra yang turut serta dan berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran augmented reality memberikan dampak positif terhadap pemahaman guru serta penggunaan media AR. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif guru sekolah dasar melalui berbagai aktivitas interaktif seperti simulasi dan praktek penggunaan media AR sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini penerapan media pembelajran AR menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu untuk mengembangkan media AR serta bagaimana menggunakan langsung dan mempraktekkan media serta akses teknologi yang tidak merata di kalangan guru
Copyrights © 2026