Keikutsertaan dalam Prolanis di UPTD Puskesmas Kota Agung bertujuan membantu penderita hipertensi mengelola kesehatan melalui edukasi, pemeriksaan rutin, dan aktivitas fisik. Namun, partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya kesadaran, keterbatasan waktu, minimnya dukungan keluarga, dan fasilitas yang kurang bervariasi. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan hipertensi kurang optimal, seperti tekanan darah yang tidak terkendali dan rendahnya kepatuhan terhadap pengobatan. Untuk meningkatkan keikutsertaan, perlu dilakukan edukasi interaktif, pelibatan keluarga, penyesuaian jadwal, dan inovasi program. Dengan partisipasi aktif, Prolanis dapat membantu pasien mengelola hipertensi, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Jenis penelitian kuantitatif, desain yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien menjalani prolanis di Wilayah UPTD Puskesmas Kota Agung, sampel awal dalam penelitian berjumlah 131 pasien yang menjalani prolanis dengan hipertensi dari hasil jumlah perhitungan menggunakan rumus slovin didapat jumlah sampel yang akan digunakan yaitu sebanyak 99 responden dengan usia 45 tahun ke atas. Instrumen yang digunakan berupa observasi dan kuesioner, data penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara keikutsertaan dalam Prolanis dan manajemen diri pasien hipertensi (p = 0,035; α = 0,05). Meskipun Prolanis telah berjalan, manajemen diri pasien masih rendah, meningkatkan risiko komplikasi. Optimalisasi Prolanis, terutama dalam kunjungan rumah dan pemantauan kesehatan, diperlukan untuk mendukung manajemen hipertensi yang lebih baik.
Copyrights © 2026