Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Zinc Supplementation on Stunting Child: Literature Review Ardinata Ardinata; Feri Agustriani; Nirwana Nirwana; Rice Hernanda; Andi Susanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.929 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.851

Abstract

Zinc (Zn) deficiency in children causes growth disorders, increasing the possibility of getting an infection, and reducing the child’s development ability, whereas those problems are related to stunting. Zinc supplementation in several countries is used in efforts to prevent stunting and improve nutrition to reduce stunting prevalence. Unfortunately, zinc intervention revealed some contradictive findings and needed further study. The aim of this study is to analyze zinc supplementation in stunted toddlers. The method used is a literature review with identification, filtration, eligibility determination, and inclusion steps. The article was obtained from search engines: Science Direct, Scopus, Proquest, and Google Scholar within the year 2012-2021. 6 articles were obtained through the process. The analysis result shows that the intervention of zinc implementation gives a significant effect in increasing a child’s height/age (TB/U). However, a significant change towards the status of a child’s biochemistry and another variable was not found. We suggest that zinc supplementation is continuously used in managing stunting by considering the adequacy of other micronutrients nutrition. Abstrak: Defisiensi zinc (Zn)  pada anak menyebabkan gangguan pertumbuhan, peningkatan kemungkinan terkena infeksi, dan menurunkan kemampuan perkembangan anak, dimana masalah-masalah tersebut berkaitan dengan kejadian stunting. Suplementasi zinc di beberapa negara digunakan dalam upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi dengan harapan dapat menurunkan prevalensi stunting. Sayangnya, intervensi zinc mengungkapkan beberapa temuan kontradiktif dan memerlukan kajian lebih lanjut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis suplementasi zinc pada kejadian balita stunting. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan tahap identifikasi, filtrasi, penentuan kelayakan, dan inklusi. Artikel diperoleh dari mesin pencari Science Direct, Scopus, Proquest, dan Google Scholar dengan batasan tahun 2012-2021. Sejumlah 6 artikel diperoleh dari proses tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi suplementasi zinc memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan tinggi badan/umur (TB/U) anak, meskipun tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada  status biokimia anak dan variabel-variabel lain.  Kami menyarankan agar suplementasi zinc tetap digunakan dalam penatalaksanaan stunting dengan memperhatikan kecukupan gizi mikronutrien lainnya.  
The effect of giving the five-finger hypnosis technique on reducing pain intensity in Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) patients at the health center Adi Luhur Mesuji Ardinata Ardinata; Feri Agustriani; Nirwana Nirwana; Rice Hernanda; Andi Susanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.222 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1723

Abstract

Pain problems that are often experienced by patients when visiting health facilities are gastroesophageal reflux disease (GERD). The impact of untreated GERD causes sleep quality, stress, anxiety, and the emergence of feelings of fear, and will have an impact on prolonged pain. Non-pharmacological management of GERD can be done with 5 finger hypnosis. The purpose of this study was to determine the effect of giving the five-finger hypnosis technique on reducing pain intensity in gastroesophageal reflux disease (GERD) patients at health center Adi Luhur Mesuji year 2022. This type of research is quantitative using a pre-experimental research design with a one grup pretest and posttest design. This research was conducted at the Adiluhur Health Center on 8 December 2021 to 10 January 2022. The sample in this study was 30 GERD patients. The sampling technique used in this study was accidental sampling. Analysis of the data used using the mann whitney test. The results of the analysis showed that there was an effect of giving the five finger hypnosis technique on reducing pain intensity in gastroesophageal reflux disease (GERD) patients, with a p-value of 0.042 (less than 0.05). It is hoped that the results of this study will increase knowledge about the effect of giving five-finger hypnosis techniques on reducing the intensity of GERD pain and then increasing non-pharmacological treatment while pain can be overcome.Abstrak: Masalah nyeri yang banyak dialami oleh pasien ketika berkunjung ke fasilitas Kesehatan adalah gastroesophageal refluks disease (GERD). Dampak dari GERD yang tidak ditangani menyebabkan kualitas tidur, stres, ansietas, dan timbulnya perasaan takut, dan nyeri yang berkepanjangan. Penanganan GERD secara non-farmkologis dapat dilakukan dengan hypnosis 5 jari. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri pada pasien gastroesophageal refluks disease (GERD) Puskesmas Adi Luhur Kabupaten Mesuji tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan design penelitian pre eksperimantal design pendekatan penelitian one grup pretest and posttest design. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Adiluhur pada tanggal 8 Desember 2021 sampai dengan 10 Januari 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien GERD. Pengambilan sampel menggunakan acidental sampling. Analisa data menggunakan uji mann whitney. Hasil analisis menunjukan terdapat pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri pada pasien gastroesophageal refluks disease (GERD) didapat p-value 0,042 (kurang dari 0,05). Diharapkan hasil penelitian ini menambah pengetahuan tentang pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri GERD kemudian meningkatkan pengobatan non farmakologi selagi nyeri dapat diatasi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dalam Upaya Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Kelas Di Sekolah Hengki Riadi; Rice Hernanda; Hafizh Taufixurohman; Melisa Shaqinah; Sonia Anggara; Chandra Pratama; Vingki Okta Ulfana; Roihani Ulfa Al-Aluf; Etika Anisa; Wulan Fatimatu Zahra; Dian Maria; Yulis Sukesi; Rani Dewi; Sandi Prabowo; Eka Kurniawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5137

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan mendukung kesehatan siswa. Observasi di SMP Muhammadiyah Gading Rejo menunjukkan rendahnya kebiasaan mencuci tangan, membuang sampah, dan menjaga kebersihan kelas. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Edukasi yang dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi enam langkah cuci tangan, serta pembagian leaflet kepada 180 siswa kelas VII–VIII. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi perilaku. Hasil pengabdian masyarakat yaitu Pengetahuan siswa meningkat dari kategori baik 28,3% menjadi 60% setelah intervensi, sementara perilaku patuh PHBS meningkat dari 62,2% menjadi 86,6%. Edukasi terbukti efektif memperbaiki pemahaman dan praktik PHBS, terutama kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan kelas sehingga dapat di simpulkan bahwa edukasi PHBS mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat siswa secara signifikan serta memperkuat pembiasaan PHBS di sekolah. Program ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya pembentukan budaya sehat melalui edukasi terstruktur, kolaborasi guru, dan pembiasaan rutin yang melibatkan seluruh komunitas sekolah.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Pemberian Obat Menggunakan Prinsip 8 (Delapan) Benar Di Ruang Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Nasasi Nindya Saputri; Laura Okta Diny; Rizki Yeni Wulandari; Surmiasih Surmiasih; Rice Hernanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication error) masih menjadi masalah utama dalam keselamatan pasien. Data World Health Organization (WHO) dan Joint Commission International (JCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengobatan masih sering terjadi secara global. Di Indonesia, medication error menempati urutan pertama insiden keselamatan pasien sebesar 24,8% dengan total 7.400 kasus, di mana 2,3% berakibat fatal. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi salah dosis (40,9%), salah obat (16%), dan salah rute (9,5%). Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip 8 benar pemberian obat, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (16 item) dan kuesioner penerapan prinsip 8 benar (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 43 responden (60,6%) dan penerapan prinsip 8 benar dalam kategori baik sebanyak 34 responden (47,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat. Disimpulkan bahwa pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 8 benar. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, dan integrasi prinsip 8 benar dalam standar operasional prosedur guna meningkatkan keselamatan pasien.