Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Zinc Supplementation on Stunting Child: Literature Review Ardinata Ardinata; Feri Agustriani; Nirwana Nirwana; Rice Hernanda; Andi Susanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.929 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.851

Abstract

Zinc (Zn) deficiency in children causes growth disorders, increasing the possibility of getting an infection, and reducing the child’s development ability, whereas those problems are related to stunting. Zinc supplementation in several countries is used in efforts to prevent stunting and improve nutrition to reduce stunting prevalence. Unfortunately, zinc intervention revealed some contradictive findings and needed further study. The aim of this study is to analyze zinc supplementation in stunted toddlers. The method used is a literature review with identification, filtration, eligibility determination, and inclusion steps. The article was obtained from search engines: Science Direct, Scopus, Proquest, and Google Scholar within the year 2012-2021. 6 articles were obtained through the process. The analysis result shows that the intervention of zinc implementation gives a significant effect in increasing a child’s height/age (TB/U). However, a significant change towards the status of a child’s biochemistry and another variable was not found. We suggest that zinc supplementation is continuously used in managing stunting by considering the adequacy of other micronutrients nutrition. Abstrak: Defisiensi zinc (Zn)  pada anak menyebabkan gangguan pertumbuhan, peningkatan kemungkinan terkena infeksi, dan menurunkan kemampuan perkembangan anak, dimana masalah-masalah tersebut berkaitan dengan kejadian stunting. Suplementasi zinc di beberapa negara digunakan dalam upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi dengan harapan dapat menurunkan prevalensi stunting. Sayangnya, intervensi zinc mengungkapkan beberapa temuan kontradiktif dan memerlukan kajian lebih lanjut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis suplementasi zinc pada kejadian balita stunting. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan tahap identifikasi, filtrasi, penentuan kelayakan, dan inklusi. Artikel diperoleh dari mesin pencari Science Direct, Scopus, Proquest, dan Google Scholar dengan batasan tahun 2012-2021. Sejumlah 6 artikel diperoleh dari proses tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi suplementasi zinc memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan tinggi badan/umur (TB/U) anak, meskipun tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada  status biokimia anak dan variabel-variabel lain.  Kami menyarankan agar suplementasi zinc tetap digunakan dalam penatalaksanaan stunting dengan memperhatikan kecukupan gizi mikronutrien lainnya.  
The effect of giving the five-finger hypnosis technique on reducing pain intensity in Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) patients at the health center Adi Luhur Mesuji Ardinata Ardinata; Feri Agustriani; Nirwana Nirwana; Rice Hernanda; Andi Susanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.222 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1723

Abstract

Pain problems that are often experienced by patients when visiting health facilities are gastroesophageal reflux disease (GERD). The impact of untreated GERD causes sleep quality, stress, anxiety, and the emergence of feelings of fear, and will have an impact on prolonged pain. Non-pharmacological management of GERD can be done with 5 finger hypnosis. The purpose of this study was to determine the effect of giving the five-finger hypnosis technique on reducing pain intensity in gastroesophageal reflux disease (GERD) patients at health center Adi Luhur Mesuji year 2022. This type of research is quantitative using a pre-experimental research design with a one grup pretest and posttest design. This research was conducted at the Adiluhur Health Center on 8 December 2021 to 10 January 2022. The sample in this study was 30 GERD patients. The sampling technique used in this study was accidental sampling. Analysis of the data used using the mann whitney test. The results of the analysis showed that there was an effect of giving the five finger hypnosis technique on reducing pain intensity in gastroesophageal reflux disease (GERD) patients, with a p-value of 0.042 (less than 0.05). It is hoped that the results of this study will increase knowledge about the effect of giving five-finger hypnosis techniques on reducing the intensity of GERD pain and then increasing non-pharmacological treatment while pain can be overcome.Abstrak: Masalah nyeri yang banyak dialami oleh pasien ketika berkunjung ke fasilitas Kesehatan adalah gastroesophageal refluks disease (GERD). Dampak dari GERD yang tidak ditangani menyebabkan kualitas tidur, stres, ansietas, dan timbulnya perasaan takut, dan nyeri yang berkepanjangan. Penanganan GERD secara non-farmkologis dapat dilakukan dengan hypnosis 5 jari. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri pada pasien gastroesophageal refluks disease (GERD) Puskesmas Adi Luhur Kabupaten Mesuji tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan design penelitian pre eksperimantal design pendekatan penelitian one grup pretest and posttest design. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Adiluhur pada tanggal 8 Desember 2021 sampai dengan 10 Januari 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien GERD. Pengambilan sampel menggunakan acidental sampling. Analisa data menggunakan uji mann whitney. Hasil analisis menunjukan terdapat pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri pada pasien gastroesophageal refluks disease (GERD) didapat p-value 0,042 (kurang dari 0,05). Diharapkan hasil penelitian ini menambah pengetahuan tentang pengaruh pemberian tekhnik hipnosis lima jari pada penurunan intensitas nyeri GERD kemudian meningkatkan pengobatan non farmakologi selagi nyeri dapat diatasi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dalam Upaya Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Kelas Di Sekolah Hengki Riadi; Rice Hernanda; Hafizh Taufixurohman; Melisa Shaqinah; Sonia Anggara; Chandra Pratama; Vingki Okta Ulfana; Roihani Ulfa Al-Aluf; Etika Anisa; Wulan Fatimatu Zahra; Dian Maria; Yulis Sukesi; Rani Dewi; Sandi Prabowo; Eka Kurniawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5137

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan mendukung kesehatan siswa. Observasi di SMP Muhammadiyah Gading Rejo menunjukkan rendahnya kebiasaan mencuci tangan, membuang sampah, dan menjaga kebersihan kelas. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Edukasi yang dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi enam langkah cuci tangan, serta pembagian leaflet kepada 180 siswa kelas VII–VIII. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi perilaku. Hasil pengabdian masyarakat yaitu Pengetahuan siswa meningkat dari kategori baik 28,3% menjadi 60% setelah intervensi, sementara perilaku patuh PHBS meningkat dari 62,2% menjadi 86,6%. Edukasi terbukti efektif memperbaiki pemahaman dan praktik PHBS, terutama kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan kelas sehingga dapat di simpulkan bahwa edukasi PHBS mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat siswa secara signifikan serta memperkuat pembiasaan PHBS di sekolah. Program ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya pembentukan budaya sehat melalui edukasi terstruktur, kolaborasi guru, dan pembiasaan rutin yang melibatkan seluruh komunitas sekolah.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Pemberian Obat Menggunakan Prinsip 8 (Delapan) Benar Di Ruang Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Nasasi Nindya Saputri; Laura Okta Diny; Rizki Yeni Wulandari; Surmiasih Surmiasih; Rice Hernanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication error) masih menjadi masalah utama dalam keselamatan pasien. Data World Health Organization (WHO) dan Joint Commission International (JCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengobatan masih sering terjadi secara global. Di Indonesia, medication error menempati urutan pertama insiden keselamatan pasien sebesar 24,8% dengan total 7.400 kasus, di mana 2,3% berakibat fatal. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi salah dosis (40,9%), salah obat (16%), dan salah rute (9,5%). Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip 8 benar pemberian obat, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (16 item) dan kuesioner penerapan prinsip 8 benar (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 43 responden (60,6%) dan penerapan prinsip 8 benar dalam kategori baik sebanyak 34 responden (47,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat. Disimpulkan bahwa pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 8 benar. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, dan integrasi prinsip 8 benar dalam standar operasional prosedur guna meningkatkan keselamatan pasien.
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Konsentrasi Belajar pada Anak di SD MIS SA Al-Husna Purbolinggo Desi Fitra Herayeni; Rice Hernanda; Wisnu Probo Wijayanto; Agustinus Eko Setiawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi merupakan faktor penting dalam proses belajar yang mempengaruhi prestasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi konsentrasi adalah nutrisi dari sarapan. Hasil pra survey dari 10 anak menunjukkan bahwa ada 3 anak dengan konsentrasi buruk dan 1 anak dengan konsentrasi cukup, yang juga memiliki kebiasaan sarapan kurang. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada anak di SD Mis Sa Al-Husna Purbolinggo. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelas III-VI sebanyak 73. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu stratified random sampling sehingga jumlah sampel yang ada sebanyak 62 orang. Analisis bivariat yang digunakan yaitu Uji Kendall Tau-b. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan grid concentration test di SD Mis Sa Al-Husna Purbolinggo pada 17 Oktober 2023. Hasil: Hasil penelitian tersebut menunjukkan nilai p value = 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada anak dengan nilai korelasi cukup kuat yaitu 0,507.
The Relationship Between Participation In The Chronic Disease Management Program (Prolanis) and Self Management Behavior of Hypertension Patientsin  The UPTD Puskesmas Kota Agung Rice Hernanda
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22141529

Abstract

Keikutsertaan dalam Prolanis di UPTD Puskesmas Kota Agung bertujuan membantu penderita hipertensi mengelola kesehatan melalui edukasi, pemeriksaan rutin, dan aktivitas fisik. Namun, partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya kesadaran, keterbatasan waktu, minimnya dukungan keluarga, dan fasilitas yang kurang bervariasi. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan hipertensi kurang optimal, seperti tekanan darah yang tidak terkendali dan rendahnya kepatuhan terhadap pengobatan. Untuk meningkatkan keikutsertaan, perlu dilakukan edukasi interaktif, pelibatan keluarga, penyesuaian jadwal, dan inovasi program. Dengan partisipasi aktif, Prolanis dapat membantu pasien mengelola hipertensi, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Jenis penelitian kuantitatif, desain yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien menjalani prolanis di Wilayah UPTD Puskesmas Kota Agung, sampel awal dalam penelitian berjumlah 131 pasien yang menjalani prolanis dengan hipertensi dari hasil jumlah perhitungan menggunakan rumus slovin didapat jumlah sampel yang akan digunakan yaitu sebanyak 99 responden dengan usia 45 tahun ke atas. Instrumen yang digunakan berupa observasi dan kuesioner, data penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara keikutsertaan dalam Prolanis dan manajemen diri pasien hipertensi (p = 0,035; α = 0,05). Meskipun Prolanis telah berjalan, manajemen diri pasien masih rendah, meningkatkan risiko komplikasi. Optimalisasi Prolanis, terutama dalam kunjungan rumah dan pemantauan kesehatan, diperlukan untuk mendukung manajemen hipertensi yang lebih baik.
Asuhan Keperawatan Keluaga dengan Implementasi Diet Labu Kuning untuk Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo Eva Mardiana Hidayah; Rice Hernanda; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i4.1538

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by increased blood glucose levels (hyperglycemia) caused by insulin secretion deficiency and / or insulin resistance which over time can cause serious damage to various body systems, especially to nerves and blood vessels, Pumpkin (Cucurbita moschata) is one of the fruits that contains antioxidant compounds Pumpkin (Cucurbita moschata) can also overcome poisoning, clean digestion, and play a role in overcoming hyperglycemia. The purpose of this study was to determine the Nursing Care of Families with the Implementation of the Yellow Pumpkin Diet for Patients with Diabetes Mellitus in the Sukoharjo Health Center Work Area. Data collection methods Data is obtained by interview and observation. The results are written with field notes, then copied in the form of transcripts (structured notes). The activity plan was carried out on Tuesday, June 25, 2024 regarding education on the implementation of the Pumpkin Diet for Diabetes Mellitus Patients in the Sukoharjo Health Center Work Area. The results of the evaluation of the diagnosis of blood sugar instability and given pumpkin diet therapy. The first day before giving pumpkin 250mg/dl after giving pumpkin 247mg/dl on the first day. During the 3 days of giving a diet of yellow pumpkin to 238mg / dl.
Asuhan Keperawatan dengan Penerapan Aroma Terapi Eucalyptus pada Pasien Anak (ISPA) dengan Masalah Gangguan Pernafasan di Desa Panggung Rejo Wilayah Puskesmas Sukoharjo Tahun 2024 Maria Ulfa; Rice Hernanda; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i4.1540

Abstract

Acute respiratory infection, or ARI, is an acute inflammation that most often occurs in children. It is caused by infection with microorganisms, bacteria or viruses or without or accompanied by inflammation of the lung parenchyma (David, 2019). Data from the World Health Organization (WHO) in 2019 shows that lower respiratory tract infections reduce life expectancy by 2.09 years in sufferers (WHO, 2019). The group most at risk is toddlers. This research uses a case study approach. Participant 1 was a three-year-old child patient who underwent ARI, data collection using interviews, observation, and physical examination. The tools and instruments used in this research were eucalyptus aromatherapy (eucalyptus oil), warm water and a family nursing care assessment format. After the data was collected, data analysis was carried out using the nursing process. The intervention emphasized airway clearance, but it was not adequate, so Eucalyptus aromatherapy was given for three days. The final evaluation was reached on the 3rd day, and the problem was resolved. The evaluation results showed that giving Eucalyptus aromatherapy to a three-year-old child who had respiratory problems was very effective so that on the third day, the child no longer experienced shortness of breath, the secretions were no longer there, and breathing became more accessible. Conclusions and suggestions for research sites should be made on how to apply eucalyptus aromatherapy to ARI to help expel secretions and relieve breathing.
Hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja Ahmad Diki Saputra; Rice Hernanda
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1147

Abstract

Background: The phenomenon of smoking in everyday life is often found in various places, including government institutions, public places and also schools and universities. According to the Central Statistics Agency, in 2022, 28.62% of the Indonesian population aged 15 years and over smoked, this percentage increased by 0.36% points from last year which was 28.26%. Based on gender, the percentage of men in the country who smoke reaches 56.36%. Meanwhile, only 1.06% of Indonesian women smoke. Factors causing smoking behavior in adolescents are knowledge, attitudes, ease of obtaining cigarettes, peer influence, and family communication patterns. Family communication patterns can be seen from how families, especially parents, form models for teenagers to smoke. Purpose: To analyze the relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Methods: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is family communication patterns and smoking behavior. The research subjects were teenagers at Darusy Syafa`Ah Vocational School, Gajah City, Lampung. The number of samples in the research was 52 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: A total of 52 respondents were known to have the highest family communication patterns, namely 34 respondents (65.4%) in the functional communication category and the highest smoking behavior was 29 respondents (55.8%) in the negative smoking behavior category. The statistical results of the Chi square test obtained a p-value = 0.000 < 0.05, meaning that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Conclusion: Statistical analysis using the chi-square method shows that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents, with a p-value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that good family communication patterns can be a protective factor in preventing smoking behavior in adolescents. Keywords: Communication Patterns; Smoking Behavior; Teenager Pendahuluan: Fenomena merokok dalam kehidupan sehari-hari sering sekali ditemukan diberbagai tempat, diantaranya lembaga pemerintahan maupun di tempat umum dan juga disekolah maupun universitas. Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2022 penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 28,62% persentase tersebut meningkat 0,36% poin dari tahun lalu yang sebesar 28,26%. Berdasarkan jenis kelaminnya, persentase laki-laki di dalam negeri yang merokok mencapai 56,36%. Sementara, hanya 1,06% perempuan Indonesia yang merokok. Faktor penyebab terjadinya perilaku merokok pada remaja adalah pengetahuan, sikap, kemudahan mendapatkan rokok, pengaruh teman sebaya, dan pola komunikasi keluarga. Pola komunikasi keluarga bisa dilihat dari bagaimana keluarga terutama orang tua membentuk model bagi remaja untuk merokok. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok. Subyek penelitiannya adalah Remaja di SMK Darusy Syafa`Ah Kota Gajah Lampung. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 52 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Sebanyak 52 responden diketahui pola komunikasi keluarga tertinggi yaitu 34 responden (65.4%) pada kategori komunikasi fungsional dan perilaku merokok tertinggi sebanyak 29 responden (55.8%) pada kategori perilaku merokok negatif. Hasil statistik uji Chi square diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 artinya terrdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Simpulan: Analisis statistik dengan metode chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dan perilaku merokok pada remaja, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang mengindikasikan bahwa pola komunikasi keluarga yang baik dapat menjadi faktor protektif dalam mencegah perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci : Perilaku Merokok; Pola Komunikasi; Remaja
Hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat Rice Hernanda; Siti Masruroh
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1148

Abstract

Background: Gouty arthritis is a substance resulting from purine metabolism which is normally excreted in the urine. According to WHO, the prevalence of gout arthritis in the world is 34.2% and the prevalence in Lampung Province is 23,352. High uric acid levels can cause severe joint pain. The external factors that influence high uric acid levels are family knowledge and attitudes which can influence a person's response to the causes and treatment of illnesses and diseases suffered and influence achieving optimal health. Purpose: To determine the relationship between family knowledge and attitudes and the care of family members suffering from gout. Method: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is the knowledge and attitudes of families regarding the care of family members who suffer from gout. The research subjects were families of gout patients in the working area of ​​the Waylima Inner City Health Center. The number of samples in the research was 95 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: The research obtained results from 95 respondents, it was found that the highest knowledge was 41 respondents (43.2%) in the sufficient category, the highest attitude was 60 respondents (63.2%) in the positive category and the highest care for family members was 48 respondents (50.5%) in the sufficient category and the statistical results of the Chi square test Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and caring for family members with a p-value of 0.003 and family attitudes and caring for family members suffering from gout with a p-value = 0.001. Keywords: Attitude; Family Member Care; Gout Atritis; Knowledge Pendahuluan: Arthritis gout merupakan suatu zat hasil metabolisme purin yang normalnya dibuang melalui urin. Menurut WHO Prevalensi gout arthritis di dunia sebanyak 34,2% dan prevelansi Provinsi Lampung 23.352. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan nyeri sendi hebat. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi kadar asam urat tinggi yaitu pengetahuan dan sikap keluarga yang dimana dapat mempengaruhi respon seseorang tentang penyebab serta penanganan terhadap sakit dan penyakit yang diderita serta mempengaruhi dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Subyek penelitiannya adalah keluarga pasien asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Waylima. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 95 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Penelitian memperoleh hasil dari 95 responden didapatkan pengetahuan tertinggi sebanyak 41 responden (43.2%) pada kategori cukup, sikap tertinggi sebanyak 60 responden (63.2%) pada kategori positif dan perawatan anggota keluarga tertinggi sebanyak 48 responden (50.5%) pada kategori cukup dan hasil statistik uji Chi square Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perawatan anggota keluarga dengan nilai p-value 0,003 dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat dengan nilai p-value = 0,001. Kata Kunci : Gout Atritis; Pengetahuan; Sikap; Perawatan Anggota Keluarga