Studi pendahuluan di SMP Negeri 9 Palu menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membawa dan aktif menggunakan handphone, meskipun sekolah telah melarang penggunaannya. Beberapa siswa bahkan mendapat panggilan orang tua karena menggunakan handphone saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 783 siswa dengan sampel 89 responden yang dipilih menggunakan Proportional Random Sampling dan Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 responden (57,3%) mengalami internet addiction kategori mild, sedangkan 48 responden (53,9%) tidak mengalami anxiety. Hasil uji bivariat memperoleh p = 0,000 (≤ 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara internet addiction dan kejadian anxiety pada remaja di SMP Negeri 9 Palu.
Copyrights © 2026