Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan jurnalisme digital di Indonesia, khususnya pemanfaatan TikTok sebagai saluran distribusi berita politik oleh media daring. Pojoksatu.id, media daring lokal berbasis di Bogor, menjadi pelopor pemanfaatan TikTok sejak 2020 dengan lebih dari 10 juta pengikut. Fenomena ini mencerminkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, terutama generasi Z yang mengandalkan media daring sebagai sumber berita utama. Namun demikian, format video pendek TikTok berpotensi membatasi kedalaman informasi yang disajikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis gaya penyajian berita politik di akun TikTok @pojoksatu.id menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi konten, wawancara mendalam dengan empat informan, dan dokumentasi di Kota Bogor pada Oktober 2025 hingga Mei 2026, dengan objek analisis delapan berita politik terpilih yang diunggah Januari hingga Februari 2026. Analisis didasarkan pada tiga dimensi: relevan, informatif, dan menarik. Hasil menunjukkan Pojoksatu.id memenuhi dimensi relevan secara konsisten mencakup aktualitas, kedekatan, dan kepentingan publik. Pada dimensi informatif, ditemukan kelemahan pada kelengkapan unsur 5W+1H—khususnya how dan why—serta kurangnya verifikasi dan keberimbangan informasi, terutama pada rubrik Dipojokin. Dimensi menarik menjadi kekuatan utama dengan indikator visual, hook, narasi, dan call-to-action terpenuhi hampir sempurna. Kesimpulannya, Pojoksatu.id adaptif terhadap ekosistem TikTok, namun perlu meningkatkan kualitas informatif agar sejalan dengan prinsip jurnalisme profesional.
Copyrights © 2026