Resiliensi Individu Penghuni Sentra Gau Mabaji di Kabupaten Gowa. Lanjut usia yang tinggal di lingkungan pelayanan sosial menghadapi keterpisahan dengan keluarga, kehilangan orang terdekat, penurunan kondisi fisik, dan tuntutan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan menggambarkan resiliensi penghuni lanjut usia di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif fenomenologis dengan dua subjek yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui transkripsi, kondensasi data, pemberian kode, pengelompokan kategori, pembentukan tema, serta verifikasi kesimpulan. Resiliensi berkembang bertahap dan memiliki bentuk berbeda. Subjek pertama beradaptasi melalui membaca, penyesuaian sosial, aktivitas fisik, dan harapan bertemu keluarga. Subjek kedua bertahan melalui kesabaran, doa, membaca buku agama, merajut, dan menghindari konflik di tengah keterbatasan mobilitas serta kehilangan keluarga. Dukungan petugas, aktivitas bermakna, dan spiritualitas memperkuat resiliensi, sedangkan keterpisahan keluarga, konflik sosial, keterbatasan fisik, dan melemahnya orientasi masa depan menjadi penghambat. Pelayanan sentra perlu memadukan dukungan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual secara terpadu.
Copyrights © 2026