Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Vol. 3 No. 3 (2026): Komunikasi dan Penyiaran Islam

Model Komunikasi Digital dalam Mencegah Penyebaran Hoaks di Media Sosial

Eka Laila Fithrianita (UIN Sunan Kalijaga)
Helma Winda (UIN Sunan Kalijaga)
Zainal Arifin (UIN Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
10 Jul 2025

Abstract

Advancements in information and communication technology have driven the increased use of social media as a means for the rapid, widespread, and interactive dissemination of information. Despite its various benefits, social media has also become a primary channel for the spread of hoaxes, which can lead to disinformation, social conflict, and panic, while eroding public trust in accurate information. This study aims to analyze digital communication models for preventing the spread of hoaxes on social media by employing approaches such as digital literacy, information verification, technology utilization, and multi-stakeholder collaboration. A qualitative approach using the library research method was adopted; this involved collecting and analyzing various scholarly sources—including books, journals, articles, research reports, and documents relevant to digital communication and the spread of hoaxes. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and descriptive conclusion drawing. The results indicate that an effective digital communication model for preventing the spread of hoaxes is built upon interactive, participatory, and digital network-based communication. This model positions the public not merely as recipients of information but also as producers and disseminators who bear the responsibility of verifying content before sharing it with others. The success of such a digital communication model depends on several factors: high levels of digital literacy, critical thinking skills, the credibility of information sources, the use of Artificial Intelligence (AI) to detect hoax content, and collaboration among the government, social media platforms, mass media, fact-checking organizations, educational institutions, and the public. The synergy among these parties accelerates the processes of identifying, clarifying, and countering false information, thereby mitigating the negative impacts of hoax dissemination in the digital space. Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang cepat, luas, dan interaktif. Di balik berbagai manfaatnya, media sosial juga menjadi media utama dalam penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan disinformasi, konflik sosial, kepanikan, serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi digital dalam mencegah penyebaran hoaks di media sosial melalui pendekatan literasi digital, verifikasi informasi, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, artikel, laporan penelitian, serta dokumen yang relevan dengan komunikasi digital dan penyebaran hoaks. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi digital yang efektif dalam mencegah penyebaran hoaks dibangun melalui komunikasi yang bersifat interaktif, partisipatif, dan berbasis jaringan digital. Model ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai produsen dan penyebar informasi yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan konten kepada orang lain. Keberhasilan model komunikasi digital dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingginya tingkat literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kredibilitas sumber informasi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mendeteksi konten hoaks, serta kolaborasi antara pemerintah, platform media sosial, media massa, lembaga pemeriksa fakta, institusi pendidikan, dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak tersebut mampu mempercepat proses identifikasi, klarifikasi, dan penanggulangan informasi palsu sehingga dapat mengurangi dampak negatif penyebaran hoaks di ruang digital.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

AQJKPI

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, ...