Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan yang tinggi untuk mencapai kesembuhan. Stigma yang dialami pasien diduga dapat memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stigma dan kepatuhan pengobatan serta menganalisis hubungan stigma dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 120 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma Van Rie yang telah diadaptasi dan Medication Adherence Report Scale (MARS-5). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stigma tingkat sedang sebanyak 58 responden (48,4%), dengan dimensi stigma dominan yaitu kekhawatiran (mean 7,35; SD 4,03). Sebanyak 75 responden (62,5%) termasuk kategori patuh, dengan dimensi dominan yaitu mengurangi dosis karena efek samping (mean 4,86; SD 0,53). Analisis menunjukkan r = -0,102 dan p = 0,266 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dan kepatuhan pengobatan.
Copyrights © 2026