Indonesia merupakan negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur bangunan yang tahan gempa guna meminimalkan kerusakan yang mungkin terjadi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja struktur terhadap beban gempa adalah dengan penggunaan bracing sebagai elemen pengaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem bracing eksentrik serta membandingkan efektivitas antara bracing konsentrik dan bracing eksentrik dalam menahan gaya gempa. Analisis dilakukan pada bangunan GKU-C Universitas Malikussaleh dengan menggunakan software ETABS melalui metode analisis respon spektrum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem bracing mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas struktur. Bracing konsentrik mampu mengurangi simpangan antar lantai sebesar 43,92% dan meningkatkan stabilitas struktur hingga 76,19%, sedangkan bracing eksentrik menurunkan simpangan antar lantai sebesar 39,58% dengan peningkatan stabilitas sebesar 63,72%. Dengan demikian, penggunaan sistem bracing terbukti efektif dalam memperkuat struktur bangunan.
Copyrights © 2026