Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi
Vol. 2 No. 2 (2026): September

Analisis Penerapan Lean Construction Pada proyek Konstruksi Gedung (Studi Kasus Pembangunan Gedung GKU A dan GKU B Universitas Malikussaleh)

Nadia Ulfa (Ibu kandung)
Lis Ayu Widari (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
Syibral Malasyi (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
M Fauzan (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
Adzuha Desmi (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

Lean Construction merupakan pendekatan manajemen konstruksi yang mengadaptasi prinsip lean production untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proyek melalui pengurangan pemborosan (waste) serta optimalisasi alur kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penerapan Lean Construction serta menganalisis tingkat penerapannya pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Umum (GKU) A dan GKU B Universitas Malikussaleh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-4 yang disebarkan kepada 28 responden yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas site manager, site engineer, supervisor, pelaksana lapangan, dan surveyor. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas (Corrected Item-Total Correlation), uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), dan analisis statistik deskriptif terhadap 12 indikator pada empat variabel penelitian. Hasil pengujian menunjukkan 30 dari 36 item kuesioner dinyatakan valid (CITC >0,30) dan seluruh variabel reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha berkisar 0,809-0,870. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat penerapan Lean Construction secara keseluruhan sebesar 2,54 (kategori baik), terdiri atas variabel manajerial 2,55, perencanaan dan teknis 2,59, operasional lapangan 2,44, serta pengendalian limbah dan K3 2,58. Indikator dengan nilai tertinggi adalah peningkatan K3 (2,99) dan analisis alur kerja (2,94), sedangkan indikator eliminasi pemborosan (1,91) dan standarisasi kerja (2,23) masih berkategori cukup. Faktor penghambat utama meliputi komunikasi yang belum optimal, koordinasi antar tim yang kurang efektif, keterlambatan pengadaan material, serta masih adanya aktivitas pemborosan selama pelaksanaan proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Lean Construction pada proyek GKU A dan GKU B telah berjalan pada kategori baik, namun diperlukan peningkatan konsistensi khususnya pada aspek operasional lapangan agar manfaat efisiensi dan produktivitas dapat dicapai secara lebih optimal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jrst

Publisher

Subject

Description

Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi (Journal of Civil Engineering and Technology) is open access and publishes articles that make a significant contribution to the body of knowledge and disseminates theoretical or current research findings in the fields of civil engineering and technology. It is ...