Stroke merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi yang membutuhkan rehabilitasi dini melalui Range of Motion (ROM) exercise. Pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke sangat bergantung pada motivasi perawat, yang dapat dipengaruhi oleh beban kerja. Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) Timor-Leste menghadapi peningkatan kasus stroke signifikan (167 kasus pada 2024 menjadi 226 kasus pada 2025), namun pelaksanaan ROM exercise belum optimal. Menganalisis hubungan beban kerja perawat dengan motivasi perawat dalam pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke di Ruang Interna HNGV Timor-Leste. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel 50 perawat pelaksana diambil menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja (adaptasi NASA-TLX) dan kuesioner motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach's Alpha 0,842 dan 0,856). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Likelihood Ratio. Sebagian besar perawat mengalami beban kerja sedang (72,0%), berat (16,0%), dan ringan (12,0%). Motivasi perawat berada pada kategori sedang (62,0%), tinggi (34,0%), dan rendah (4,0%). Uji Likelihood Ratio menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), berarti terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan motivasi. Arah hubungan positif dengan Contingency Coefficient 0,527 menunjukkan semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi motivasi. Terdapat hubungan signifikan dan kuat antara beban kerja perawat dengan motivasi perawat dalam pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke di Ruang Interna HNGV Timor-Leste. Beban kerja tinggi justru berhubungan dengan motivasi lebih tinggi, menunjukkan perawat mempersepsikan beban kerja sebagai tantangan profesional yang memotivasi.
Copyrights © 2026