Pendidikan karakter dan peningkatan kualitas kesehatan peserta didik merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga integrasi pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan edukasi kesehatan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 11 Samarinda dengan permasalahan berupa rendahnya literasi gizi peserta didik, terbatasnya media edukasi yang mengintegrasikan kesehatan dan kewarganegaraan, serta belum optimalnya pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar kontekstual. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dan pengembangan Pojok Edukasi atau Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai media integratif yang memadukan edukasi gizi, pendidikan kewarganegaraan, dan penguatan karakter. Kegiatan bertujuan mengembangkan Pojok Edukasi sebagai media integratif edukasi gizi dan pendidikan kewarganegaraan, dengan melibatkan 25 peserta didik dan 15 guru melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, analisis kebutuhan, pengembangan media, pelatihan, implementasi program, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pojok Edukasi mendukung pemahaman gizi seimbang, pola hidup sehat, hak dan kewajiban warga negara, serta nilai karakter. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan karakter peserta didik meningkat dari 63,8% menjadi 89,0%. Program berkontribusi terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pojok Edukasi dapat menjadi model inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Kata kunci: Edukasi Gizi, Pembelajaran Kontekstual, Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan.
Copyrights © 2026