Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak alami yang dapat dipakai sebagai fase minyak dalam nanoemulsi untuk memperbaiki karakteristik sediaan topikal. Ciprofloxacin masuk kedalam BCS jelas IV yang artinya Ciprofloxacin ini memiliki kelarutan yag rendah dan permeabilitas yang rendah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi VCO sebagai matriks nanoemulsi ciprofloxacin dalam pembuatan krim terhadap sifat fisik serta aktivitas antibakteri. Metode eksperimental meliputi formulasi nanoemulsi ciprofloxacin dengan konsentrasi VCO 3 %, 5 %, dan 7 %, yang selanjutnya didespersikan kedalam basis krim. Evaluasi mencakup ukuran partikel nanoemulsi, penilaian organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan semua formulasi memenuhi kriteria evaluasi fisik, memiliki ukuran partikel dalam rentang nano yaitu nilai Z-Average dan PDI pada F1 sebesar 466,0 nm dan 0,654, pada F2 sebesar 300,3 nm dan 0,525, serta pada F3 sebesar 283,9 nm dan 0,378. bersifat homogen, dan bertipe minyak dalam air. Peningkatan konsentrasi VCO meningkatkan viskositas, daya lekat, dan aktivitas antibakteri, namun mengurangi daya sebar. Semua formulasi memiliki pH yang aman untuk kulit. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi VCO memengaruhi karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri pada krim nanoemulsi ciprofloxacin.
Copyrights © 2026