Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review Analisis Uji Hedonik Dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Tablet Hisap Dari Serbuk Sari Buah Raspberry (Rubus idaeus L.) Eka Putri Wiyati; Nurwani Purnama Aji; Anggela Medianah
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/m6zdta62

Abstract

Pendahuluan: Tubuh yang memproduksi radikal bebas berlebih dapat mengalami stres oksidatif, sehingga dibutuhkan antioksidan untuk menetralkannya. Raspberry (Rubus idaeus L.) mengandung senyawa antioksidan alami seperti vitamin dan flavonoid, sehingga berpotensi diformulasikan menjadi tablet hisap yang praktis, terutama bagi anak-anak dan dewasa yang kesulitan menelan. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari sari buah raspberry (Rubus idaeus L.). Metode: Sari buah raspberry (Rubus idaeus L.) dikeringkan, dihaluskan, dan diformulasikan menggunakan metode granulasi basah dengan tambahan manitol, laktosa, PVP K-30, talkum, dan Mg stearat. Tablet dibuat dalam tiga variasi konsentrasi serbuk sari buah, yaitu 20%, 30%, dan 50%. Pengujian uji hedonik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet hisap. Formula terbaik adalah formula III dengan konsentrasi 50%, yang dimana aroma, tekstur dan warna banyak disukai responden. Kesimpulan: Antioksidan memiliki nilai IC₅₀ 195,52 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan sedang.
Formulasi dan Evaluasi Nanosilver Ciprofloxacin pada Sediaan Krim sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Gizckha Fazirah Diahayu Agustina; Tri Yanuarto; Dewi Winni Fauziah; Eka Putri Wiyati
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): NOVEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i4.132

Abstract

Infeksi kulit yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus terus menjadi tantangan di bidang kesehatan, yang memerlukan pengembangan produk topikal yang lebih efektif. Ciprofloxacin adalah antibiotik dari kelompok fluoroquinolone yang memiliki kemampuan antibakteri dengan spektrum yang luas, tetapi terbatas dalam hal permeabilitas, sehingga efektivitasnya dalam bentuk topikal belum mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan nanosilver ciprofloxacin dalam bentuk krim, melakukan evaluasi teradap karakteristik fisiknya, serta menilai aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Nanosilver ciprofloxacin dibuat menggunakan metode reduksi kimia kemudian diformulasikan kedalam sediaan krim dengan empat formula yang berbeda. Evaluasi meliputi karakteristik menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan Particel Size Analyzer (PSA), pengujian organoleptik, homogenitas, pengukuran pH, tipe krim, viskositas, daya sebar, daya lekat dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar kualitas fisik krim dan menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar kualitas fisik krim dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan formula F3 menunjukkan diameter zona hambat yang paling besar, menjadikannya sebagai formula terbaik dalam penelitian ini.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH Rubus rosifolius Sm. SEBAGAI AGEN FOTOPROTEKTIF ALAMI M. Kholif Rizki Ilhami; Eka Putri Wiyati; Ariesa Oktamauri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27011

Abstract

Penggunaan tabir surya secara rutin dan efektif bisa menekan dampak dari paparan radiasi ultraviolet (UV) seperti kanker kulit, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan eritema. Tanaman yang berperan sebagai fotoprotektif alami yaitu raspberry (Rubus rosifolius Sm.), dimana ekstrak etanol buah ini kaya akan senyawa fenolik, antosianin, dan flavonoid. Adapun terlaksananya penelitian ini ditujukan untuk membuat formulasi ekstrak etanol buah raspberry kedalam sediaan nanoemulgel dan menganalisis aktivitas fotoprotektif serta kriteria fisik berdasarkan nilai SPF (Sun Protection Factor). Metode penelitian mengimplementasikan eksperimental dengan empat perlakuan yaitu kontrol (formula 0) dan formula 1,2,3 masing-masing senilai 4%, 5%, dan 6%. Selanjutnya analisis data dengan melibatkan uji spektrofotometer UV-Visible untuk menentukan nilai SPF, ukuran partikel, stabilitas, daya sebar, viskositas, pH, homogenitas, dan organoleptik. Selain itu juga dilibatkan uji One Way ANOVA. Setiap formula merepresentasikan karakteristik fisik yang baik, homogen, dan stabil dengan nilai pH 5,80–6,05. Nilai SPF meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu F0 sebesar 1,50, F1 sebesar 3,47, F2 sebesar 5,73, dan F3 sebesar 8,80. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antarformula (p0,001). Formula F3 memberikan aktivitas fotoprotektif tertinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami berbasis nanoemulgel.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Basis Dalam Nanoemulsi Ciprofloxacin Pada Pembuatan Sediaan Krim Fitra Luthfi Novarmajaya; Tri Yanuarto; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.116

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak alami yang dapat dipakai sebagai fase minyak dalam nanoemulsi untuk memperbaiki karakteristik sediaan topikal. Ciprofloxacin masuk kedalam BCS jelas IV yang artinya Ciprofloxacin ini memiliki kelarutan yag rendah dan permeabilitas yang rendah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi VCO sebagai matriks nanoemulsi ciprofloxacin dalam pembuatan krim terhadap sifat fisik serta aktivitas antibakteri. Metode eksperimental meliputi formulasi nanoemulsi ciprofloxacin dengan konsentrasi VCO 3 %, 5 %, dan 7 %, yang selanjutnya didespersikan kedalam basis krim. Evaluasi mencakup ukuran partikel nanoemulsi, penilaian organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan semua formulasi memenuhi kriteria evaluasi fisik, memiliki ukuran partikel dalam rentang nano yaitu nilai Z-Average dan PDI pada F1 sebesar 466,0 nm dan 0,654, pada F2 sebesar 300,3 nm dan 0,525, serta pada F3 sebesar 283,9 nm dan 0,378. bersifat homogen, dan bertipe minyak dalam air. Peningkatan konsentrasi VCO meningkatkan viskositas, daya lekat, dan aktivitas antibakteri, namun mengurangi daya sebar. Semua formulasi memiliki pH yang aman untuk kulit. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi VCO memengaruhi karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri pada krim nanoemulsi ciprofloxacin.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Nenni Rahmi Hasibuan; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.118

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) dikenal memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar sediaan herbal. Penelitian ini dibuat untuk memformulasikan ekstrak etanol daun miana ke dalam bentuk sediaan sirup sekaligus mengevaluasi sifat fisiknya. Ekstrak didapat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, selanjutnya diformulasikan ke dalam empat tingkat konsentrasi, yakni F0 (0%), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi fisik sediaan mencakup uji organoleptik, pH, homogenitas, kejernihan, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula sirup ekstrak etanol daun miana berhasil memenuhi seluruh persyaratan evaluasi fisik yang ditetapkan. Nilai pH sediaan berada pada rentang 4,62–4,78, sementara viskositas menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan. Waktu tuang tercatat memenuhi persyaratan, volume terpindahkan sesuai dengan ketentuan Farmakope Indonesia, dan massa jenis pada seluruh formula tercatat lebih dari 1,2 g/mL. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun miana sudah berhasil di formulasikan menjadi sebuah sediaan sirup dengan sifat fisik yang memenuhi standar, sehingga membuka peluang pengembangannya lebih lanjut sebagai sediaan herbal oral.