Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanogel Menggunakan HPMC Sebagai Gelling Agent Putri ayu Kusuma; Tri Yanuarto; Gina Lestari; Betna Dewi
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.125

Abstract

Ciprofloxacin adalah antibiotik yang termasuk dalam kelompok fluorokuinolon dan memiliki masalah dalam permeabilitas, oleh karena itu pengembangan dalam bentuk nanogel diharapkan bisa meningkatkan permeabilitas obat untuk penggunaan sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel ciprofloxacin dengan memanfaatkan hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sebagai agen pengental. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan empat variasi konsentrasi, yaitu F0 (tanpa ciprofloxacin), F1 (0,3%), F2 (0,4%), dan F3 (0,5%). Evaluasi mencakup pengujian kemurnian bahan dasar, spektrofotometri UV-Vis, ukuran partikel, uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar dan uji daya lekat pada penyimpanan selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang homogen, semi padat, tidak berbau, dan berwarna putih hingga sedikit kekuningan. Ukuran rata-rata partikel untuk F1, F2, dan F3 masing-masing adalah 477,8 nm, 509,4 nm, dan 1.544 nm. Formula F1 dan F2 sesuai dengan ukuran nanogel yang diharapkan 1-1.000 nm, sedangkan F3 melebihi ukuran. Dapat disimpulkan sediaan memenuhi standar untuk sifat fisik sediaan. Oleh karena itu, formulasi nanogel ciprofloxacin yang menggunakan HPMC menunjukkan karakteristik fisik yang baik, terutama pada formula F1 dan F2, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan topikal.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD X Periode Januari-Desember 2024 Aisyah Az-zahra; Dewi Winni Fauziah; Betna Dewi
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.126

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terapi gagal, efek samping, dan peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu evaluasi penggunaan obat antihipertensi secara rasional perlu dilakukan untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD X Bengkulu periode 2024 berdasarkan ketepatan pasien, indikasi, obat, dosis, dan duplikasi terapi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan diperoleh 107 rekam medis yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan hasil disajikan dalam bentuk tabel serta grafik. Hasil menunjukkan 66 pasien (61,68%) berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia terbanyak adalah lansia akhir 56-65 tahun sebanyak 47 pasien (43,93%). Terapi kombinasi digunakan pada 75 pasien (70,09%), sedangkan monoterapi pada 32 pasien (29,91%). Amlodipine merupakan obat tunggal terbanyak (62,50%). Ketepatan pasien dan dosis masing-masing 100%; ketepatan obat, indikasi, dan duplikasi masing-masing 97,20%. Ketidaktepatan obat ditemukan pada kombinasi ramipril dan candesartan. Secara umum, penggunaan obat antihipertensi telah memenuhi sebagian besar indikator penggunaan obat rasional, tetapi evaluasi berkala tetap diperlukan terutama pada pemilihan kombinasi terapi.
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes (L). Benth): FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes (L). Benth) Sri Susanti; Nurwani Purnama Aji; Betna Dewi; Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1951

Abstract

Daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) merupakan tanaman obat yang berkhasiat dan berfungsi sebagai antelmintik. Tujuan penelitian ini untuk menilai mutu fisik sediaan suspensi ekstrak daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) yang diekstraksi dengan metode maserasi. Sediaan suspensi diformulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) (4%, 6% dan 8%). Penelitian ini dievaluasi uji sifat fisik mencakup (organoleptis, homogenitas, pH,viskositas, massa jenis). Hasil evaluasi fisik uji organoleptis (F0, F1, F2, F3) menunjukan sediaan suspensi memenuhi uji organoleptis, uji homogenitas tidak memenuhi syarat hal ini diakrenakan sediaan tidak terditribusi secara merata, uji pH (F0, F1, F2) berada pada rentang (4-6) memenuhi syarat dan pH F3 menunjukan (3,8) bersifat asam, uji viskositas suspensi memiliki rentang 336-370 cp memenuhi syarat SNI dan uji massa jenis (F0, F1, F2, F3) memiliki hasil yang baik yaitu ˃1,00 g/mL.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Basis Dalam Nanoemulsi Ciprofloxacin Pada Pembuatan Sediaan Krim Fitra Luthfi Novarmajaya; Tri Yanuarto; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.116

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak alami yang dapat dipakai sebagai fase minyak dalam nanoemulsi untuk memperbaiki karakteristik sediaan topikal. Ciprofloxacin masuk kedalam BCS jelas IV yang artinya Ciprofloxacin ini memiliki kelarutan yag rendah dan permeabilitas yang rendah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi VCO sebagai matriks nanoemulsi ciprofloxacin dalam pembuatan krim terhadap sifat fisik serta aktivitas antibakteri. Metode eksperimental meliputi formulasi nanoemulsi ciprofloxacin dengan konsentrasi VCO 3 %, 5 %, dan 7 %, yang selanjutnya didespersikan kedalam basis krim. Evaluasi mencakup ukuran partikel nanoemulsi, penilaian organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan semua formulasi memenuhi kriteria evaluasi fisik, memiliki ukuran partikel dalam rentang nano yaitu nilai Z-Average dan PDI pada F1 sebesar 466,0 nm dan 0,654, pada F2 sebesar 300,3 nm dan 0,525, serta pada F3 sebesar 283,9 nm dan 0,378. bersifat homogen, dan bertipe minyak dalam air. Peningkatan konsentrasi VCO meningkatkan viskositas, daya lekat, dan aktivitas antibakteri, namun mengurangi daya sebar. Semua formulasi memiliki pH yang aman untuk kulit. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi VCO memengaruhi karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri pada krim nanoemulsi ciprofloxacin.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Nenni Rahmi Hasibuan; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.118

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) dikenal memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar sediaan herbal. Penelitian ini dibuat untuk memformulasikan ekstrak etanol daun miana ke dalam bentuk sediaan sirup sekaligus mengevaluasi sifat fisiknya. Ekstrak didapat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, selanjutnya diformulasikan ke dalam empat tingkat konsentrasi, yakni F0 (0%), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi fisik sediaan mencakup uji organoleptik, pH, homogenitas, kejernihan, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula sirup ekstrak etanol daun miana berhasil memenuhi seluruh persyaratan evaluasi fisik yang ditetapkan. Nilai pH sediaan berada pada rentang 4,62–4,78, sementara viskositas menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan. Waktu tuang tercatat memenuhi persyaratan, volume terpindahkan sesuai dengan ketentuan Farmakope Indonesia, dan massa jenis pada seluruh formula tercatat lebih dari 1,2 g/mL. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun miana sudah berhasil di formulasikan menjadi sebuah sediaan sirup dengan sifat fisik yang memenuhi standar, sehingga membuka peluang pengembangannya lebih lanjut sebagai sediaan herbal oral.
Formulasi dan Evaluasi Mutu Nugget Hati Ayam dengan Tepung Kacang Kedelai (Glycine max) Nabila Nabila; Herlina Herlina; Tri Yanuarto; Betna Dewi
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): NOVEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i4.147

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berkaitan dengan kekurangan asupan zat gizi, termasuk protein. Hati ayam dan kacang kedelai merupakan sumber protein hewani dan nabati yang dapat dikombinasikan menjadi pangan praktis berupa nugget. Penelitian ini bertujuan membuat nugget hati ayam dengan tepung kacang kedelai (Glycine max) dan mengevaluasi karakteristik organoleptis, pH, kadar air, Angka Lempeng Total (ALT), serta tingkat kesukaan panelis. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga formulasi berdasarkan jumlah hati ayam, yaitu F1 100 gram, F2 150 gram, dan F3 200 gram, dengan tepung kacang kedelai 100gram pada setiap formulasi. Evaluasi meliputi pengamatan organoleptis, pH selama empat minggu, kadar air dengan metode oven, ALT menggunakan metode hitung cawan, dan uji hedonik menggunakan 20 panelis dengan skala 1–7. Hasil organoleptis menunjukkan F1 berwarna coklat muda, sedangkan F2 dan F3 berwarna coklat; seluruh formula berbentuk persegi panjang, beraroma khas nugget, dan bertekstur agak halus. Rata-rata pH F1, F2, dan F3 berturut-turut 6,14; 6,21; dan 6,10. Kadar air rata-rata masing-masing 45,25%, 46,23%, dan 47,21%. ALT masing-masing 1,0 × 105, 1,1 × 105, dan 1,3 × 105koloni/g. Nilai kesukaan keseluruhan berturut-turut 5,35; 5,20; dan 5,37 dan termasuk kategori agak suka. Ketiga formulasi memenuhi batas mutu yang digunakan dalam penelitian dan dapat diterima secara sensori, sehingga kombinasi hati ayam dan tepung kedelai berpotensi dikembangkan sebagai pangan alternatif untuk mendukung pencegahan stunting.