Penyakit diare masih termasuk dalam kelompok penyebab utama kematian dan rasa sakit pada anak-anak balita. Berbagai faktor diduga berkontribusi terhadap terjadinya diare termasuk tingkat pengetahuan ibu, sikap ibu, serta bayi yang memperoleh ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kejadian diare pada bayi dan balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 40 orang dijadikan responden melalui teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan regresi logistik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (45%), sikap positif (55%), namun praktik pemberian ASI eksklusif belum optimal (52,5%). Sebagian besar anak-anak kecil, seperti bayi dan balita, tidak mengalami diare, yaitu sekitar 55%. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memengaruhi terjadinya diare, tetapi praktik pemberian ASI secara eksklusif terbukti mempengaruhi kejadian diare. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa menyusui secara eksklusif berpengaruh terhadap kejadian diare pada bayi dan anak balita, sehingga upaya pencegahan diare perlu difokuskan pada peningkatan menyusui secara eksklusif.
Copyrights © 2026