Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis yang diakibatkan oleh hiperglikemia kronis, yang dapat menyebabkan kerusakan glomerulus. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien DMT2 di Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, Garuda, PubMed, EBSCO, dan Scopus. Risiko bias dievaluasi menggunakan JBI critical appraisal. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif. Hasil: Sebanyak sembilan studi potong lintang yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 memenuhi kriteria inklusi, melibatkan total 3.872 peserta. Kesembilan studi tersebut menunjukkan hasil yang bervariasi. Ada studi yang menganalisis kadar ureum saja dan ada pula yang menganalisis kadar ureum dan kreatinin secara bersamaan: 3 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar ureum. 5 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kreatinin. Namun, 4 studi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara HbA1c dan kreatinin. Kesimpulan: Sebagian besar bukti menunjukkan adanya hubungan antara kontrol glikemik yang buruk dan perubahan parameter fungsi ginjal pada pasien dengan DM Tipe 2. Pemantauan HbA1c bersamaan dengan kadar ureum dan kreatinin berpotensi mendukung deteksi dini nefropati diabetik di Indonesia.
Copyrights © 2026