Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2022, terdapat 10,6 juta kasus TB paru di dunia, meningkat 600.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kasus TB paru juga mengalami peningkatan dengan 869 kasus pada tahun 2023 dan 411 kasus baru hingga triwulan II tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Jumlah responden sebanyak 39 pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (76,9%), berusia 35–44 tahun (38,5%), berpendidikan SLTA (38,4%), bekerja pada kategori lain-lain (48,7%), serta memiliki penghasilan Rp2.000.000–Rp4.000.000 (33,3%). Sebagian besar responden patuh minum obat (87,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien TB paru (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan penghasilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1.
Copyrights © 2026