Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Computational Screening of Bioactive Compounds from Aglaia odorata L. Leaves as Potential Inhibitors of Matrix Metalloproteinase-1 for Premature Skin Aging Khoirista Noor Rohmah; Ilham Kurniawan; Febby Yulia Hastika; Dina Ayuning Tyas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57331

Abstract

Premature skin aging is driven by UV‑induced upregulation of matrix metalloproteinase‑1 (MMP‑1), which degrades dermal collagens. Natural products are explored as safer anti‑aging alternatives. This study computationally screened five bioactive compounds from Aglaia odorata leaves (β‑turmerone, phytol, methyl cinnamate, n‑hexadecanoic acid, methyl palmitate) against MMP‑1 (PDB ID: 1HFC) and predicted their drug‑likeness, skin permeability, and safety for topical use. Molecular docking was performed using AutoDock Vina; ADMET properties were predicted with SwissADME and pkCSM. All compounds complied with Lipinski’s Rule of Five (zero violations). Methyl cinnamate formed three hydrogen bonds including with the catalytic residue Glu219. β‑Turmerone showed the highest affinity (ΔG = –6.5 kcal/mol, Ki = 17.0 µM). Phytol, methyl palmitate, and n‑hexadecanoic acid exhibited weaker binding (Ki = 33.5–78.0 µM), while the positive control PLH had ΔG = –7.5 kcal/mol (Ki = 3.14 µM). ADMET predictions showed excellent skin permeability for phytol and the fatty acid derivatives (Log Kp > –3.0 cm/h). All compounds were non‑mutagenic, non‑hepatotoxic, and safe for skin sensitisation. Methyl cinnamate and β‑turmerone are the most promising A. odorata‑derived MMP‑1 inhibitors, supporting further validation as natural anti‑aging cosmeceuticals.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Praktik Cuci Tangan pada Siswa SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin Fhahira Alifiya; Febby Yulia Hastika; Maria Amelinda Tania; Marcellina Putri; Rismah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1727

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi. Pada siswa kelas 2 SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin, masih ditemukan rendahnya kesadaran siswa untuk mencuci tangan menggunakan sabun serta ketidaktahuan mengenai teknik 6 langkah cuci tangan standar WHO, sehingga berpotensi meningkatkan risiko diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media Power Point, demonstrasi dan praktik langsung 6 langkah cuci tangan, pemasangan poster edukasi di area sanitasi sekolah, serta sesi tanya jawab dan kuis untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dengan benar, ditandai dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi edukasi dan praktik. Siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Luaran kegiatan berupa poster edukasi enam langkah cuci tangan yang dipasang secara permanen di lingkungan sekolah sebagai media pengingat visual berkelanjutan bagi siswa.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Baamang 1 Kotawaringin Timur Nurul Huda; Melviani Melviani; Febby Yulia Hastika
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1795

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2022, terdapat 10,6 juta kasus TB paru di dunia, meningkat 600.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kasus TB paru juga mengalami peningkatan dengan 869 kasus pada tahun 2023 dan 411 kasus baru hingga triwulan II tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Jumlah responden sebanyak 39 pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (76,9%), berusia 35–44 tahun (38,5%), berpendidikan SLTA (38,4%), bekerja pada kategori lain-lain (48,7%), serta memiliki penghasilan Rp2.000.000–Rp4.000.000 (33,3%). Sebagian besar responden patuh minum obat (87,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien TB paru (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan penghasilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1.