Pembelajaran anak usia dini masih sering didominasi tugas akademis dan media siap pakai, sehingga guru memerlukan alternatif yang konkret, aman, murah, serta mampu memperlihatkan cara belajar dan potensi setiap anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi penerapan playdough berbahan tepung sagu untuk meningkatkan keterlibatan belajar serta membantu guru mengenali modalitas, bakat, dan minat anak kelompok TK-B. Kegiatan dilaksanakan pada semester genap 2025 di salah satu taman kanak-kanak di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, dengan sasaran 22 anak berusia 5-6 tahun. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui identifikasi kebutuhan, penyiapan media, demonstrasi, praktik bermain terbimbing, observasi, dan refleksi bersama guru. Evaluasi menggunakan observasi awal dan akhir, wawancara, dokumentasi, serta perbandingan N-Gain. Hasil menunjukkan anak lebih aktif, antusias, fokus, dan berani mengekspresikan ide. Modalitas visual, auditorial, dan kinestetik terlihat lebih mudah dikenali melalui warna, percakapan, dan aktivitas membentuk. N-Gain bakat dan minat pada kelompok penerapan masing-masing mencapai 0,622 dan 0,694, keduanya berkategori sedang, sedangkan kelompok pembanding berada pada kategori rendah. Pendampingan ini memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai media pembelajaran kontekstual dan berkelanjutan
Copyrights © 2026