Kesehatan reproduksi anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pos PelayananTerpadu (Posyandu) berperan sebagai salah satu sarana utama dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatankepada ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media promosi kesehatan reproduksi anakusia dini di Posyandu, serta memahami perspektif kader dan ibu balita terkait media promosi kesehatan yang efektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).Informan terdiri dari 10 orang kader posyandu dan 20 orang ibu balita di Desa Gadungan Tabanan Bali. Analisa datamenggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang tua balita menyatakan belum pernahmendapatkan edukasi kesehatan reproduksi untuk anak di Posyandu; media edukasi yang diharapkan orang tua antara lain:lebih variatif, menggunakan animasi yang menarik dan interaktif, serta integrasi budaya lokal (penggunaan bahasa daerahdan permainan tradisional); media edukasi yang menarik dan interaktif menurut orang tua dan kader: permainan dan videoedukasi; kendala dalam edukasi kesehatan reproduksi: pembahasan kesehatan reproduksi dianggap tabu, anak merasamalu dan canggung, kurangnya pemahaman terhadap istilah ilmiah dan materi reproduksi; dan perlu melibatkan ayah danpengasuh dalam pendidikan reproduksi untuk anak. Terdapat kebutuhan untuk pengembangan media promosi kesehatanreproduksi yang lebih variatif dan menarik, serta lebih mudah dipahami oleh ibu dan balita. Penguatan media promosikesehatan reproduksi anak usia dini di Posyandu sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaranmasyarakat tentang kesehatan reproduksi sejak dini.
Copyrights © 2026