cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak Kabupaten Cilegon
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.1

Abstract

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah perilaku membuang kotoran manusia di tempat-tempat terbuka seperti di sawah, ladang, sungai, hutan, dan tempat terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar sehingga mencemari lingkungan, tanah, dan udara. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon pada tahun 2020, sekitar 25% Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak telah menerapkan pencanangan Open Defecation Free (ODF). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak, Cilegon, Indonesia Tahun 2021. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 87 responden yang diambil secara acak sederhana. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan jamban (pvalue=0,387), ketersediaan sumber air bersih (pvalue =0,125), dan ketersediaan lahan (pvalue =0,387) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Sedangkan faktor ekonomi (pvalue=0,034) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Rendahnya pendapatan responden merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan perilaku buang air besar sembarangan (BABS).
Gambaran Kesediaan Lansia Menerima Vaksin Covid-19 di Desa Lambangkuning Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.2

Abstract

Secara Nasional, di Indonesia, cakupan vaksin untuk lansia masih tergolong rendah. Dari total target sebesar 21,5 juta orang, hanya sekitar 2,5 juta yang menjalani vaksinasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kesediaan lansia untuk menerima vaksin Covid-19. Studi ini mengeksplor faktor-faktor yang berhubungan dengan kesediaan lansia dalam menerima vaksin covid-19. Studi dilakukan di Desa Lambangkuning Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan teori Lawrence Green. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel studi ini adalah 88 lansia yang diambil dengan metode simple random sampling. Mayoritas usia responden adalah 60–74 tahun (84,1%), berjenis kelamin perempuan (73,9%), memiliki penghasilan sendiri (60,2%), berpendidikan rendah (90,9%), dan tidak bekerja (61,4%). Selain itu, 81,8% responden yang memiliki pengetahuan baik, 61,4% percaya terhadap vaksin . Hampir semua responden mengganggap fasilitas kesehatan yang ada cukup baik (97,7%) dan memiliki aksesibilitas yang baik (92%) pula, Namun 60,2% menyatakan transportasi kurang. Terkait dukungan keluarga, hanya 54,5% responden yang menyatakan mendapat dukungan keluarga. Data juga menunjukkan bahwa 80,7% responden tidak mendapat dukungan dari tokoh agama. Studi ini memberikan penegasan tentang pentingnya melakukan sosialisasi dan edukasi terus menerus dengan cara berkolaborasi dengan keluarga mengenai manfaat vaksin, mengingat keluarga memiliki peran penting untuk memberikan informasi kepada lansia.
Aksi Sehat Untuk Diri: Promosi Kesehatan Mencegah Perilaku Berisiko, Obesitas, dan Pola Tidur Tidak Sehat
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.3

Abstract

Melindungi remaja dari berbagai perilaku berisiko yang mengancam kesehatan fisik dan psikis adalah penting, karena remaja merupakan masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlu dirancang upaya promotif dan preventif terkait hal tersebut. Berdasarkan konteks sosial, kehidupan remaja mencakup berbagai tingkatan, yaitu tingkat individu, keluarga, dan sekolah. Mempertimbangkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan Aksi Sehat untuk Diri bagi Siswa SMU Muhammadiyah 11 Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya perilaku berisiko, melakukan diet dan pola tidur sehat pada remaja melalui edukasi di sekolah. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah promosi kesehatan terkait bahaya perilaku berisiko (merokok, minum alkohol, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas), diet sehat, dan pola tidur sehat. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat meningkatkan komitmennya untuk berperilaku sehat, diet sehat, dan pola tidur sehat. Evaluasi awal kegiatan menunjukkan nilai minimum pretest sekor pengetahuan skor adalah 11 (9,4%), sedangkan nilai maksimum skor pengetahuan adalah 15 (40,6%). Sementara hasil posttest menunjukkan ada peningkatan, yaitu dengan skor pengetahaun terendah adalah 13 (3,1%) dan skor pengetahuan tertinggi adalah 15 (75%). Selain itu, ada peningkatan pengetahuan peserta yang memiliki nilai skor sempurna (skor = 15), dari 40,6% menjadi 75%. Upaya edukasi pada remaja memberikan efek pada peningkatan pengetahuan yang menjadi dasar untuk berperilaku sehat.
Pengembangan Media Visual Berbahasa Lokal Sebagai Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Covid-19 di Kabupaten Halmahera Timur
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.4

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun. Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan kasus yang signifikan pada tiga bulan terakhir di tahun 2020. Kenaikan kasus yang signifikan di awal tahun 2021 disebabkan mulai adanya kerumunan karena pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Perayaan Natal, dan Tahun Baru. Kabupaten Halmahera Timur adalah kabupaten keenam dengan kasus Covid-19 tertinggi di Propinsi Maluku Utara. Kondisi Kabupaten Halmahera Timur yang merupakan remote area atau daerah terpencil membuat akses terhadap pelayanan testing menjadi sangat terbatas. Pelayanan tes antigen hanya tersedia di Puskesmas tertentu dan satu klinik swasta. Dampaknya, tracing menjadi terhambat sehingga banyak kasus tidak tercatat karena sulit terdeteksi. Implementasi protokol kesehatan di Halmahera Timur juga cenderung rendah, khususnya di tempat-tempat ibadah dan kegiatan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman tentang Covid-19 dan protokol kesehatan. Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang didistribusikan Puskesmas masih terbatas sehingga hanya diletakkan di tempat-tempat umum saja. Selain itu, masyarakat sulit memahami isi pesan pada media KIE yang ada karena menggunakan Bahasa Indonesia baku. Artiel ini bertujuan menggambarkan proses pengembangan media KIE berbahasa lokal dan penerimaan masyarakat terhadap pesan yang disampaikan. Hasil menunjukkan masyarakat dapat memahami pesan tentang Covid-19 dan pencegahannya yang disampaikan dengan bahasa lokal.
Hubungan Spiritualitas dan Religiusitas Dengan Kualitas Hidup Kelompok Usia Lanjut
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.5

Abstract

Individu dengan usia lanjut, umumnya, mengalami berbagai perubahan, termasuk pada aspek kesehatan. Usia harapan hidup yang semakin tinggi, perlu diimbangi dengan kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spiritualitas dan religiusitas dengan kualitas hidup pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah telaah sistematis dengan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Data berasal dari data elektronik PubMed, MEDLINE, Cochrane, Portal Garuda Dikti, Science Direct, dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2012-2021. Kata kunci yang digunakan yaitu spiritualitas, religiusitas, lansia, dan kualitas hidup. Sejumlah sembilan artikel dilakukan meta analisis untuk melihatkan hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup lansia. Hasilnya menunjukkan andanya korelasi positif yang signifikan (z = 3,668; p<0,001; 95% CI: 0,282;0,928; rRE = 0,60). Sementara untuk hubungan antara religiusitas dengan kualitas hidup, ada delapan artikel yang ditelaah. Enam di antaranya menunjukkan adanya hubungan antara religiusitas dengan kualitas hidup. Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dan dukungan sosial memfasilitasi hubungan tersebut.
Pengembangan Monopoli Edukatif Sebagai Media KIE Pencegahan Perilaku Merokok Pada Kelompok Anak
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.6

Abstract

Jumlah remaja perokok di Indonesia meningkat setiap tahun. Hal ini penting karena kelompok anak telah menjadi target pasar industri rokok. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi upaya pemberdayaan pada domain perilaku anak dan remaja terhadap pencegahan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi media monopoli edukatif terhadap domain perilaku kelompok anak tentang pencegahan perilaku merokok. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D). Jumlah sampel penelitian ditentukan dengan total sampling. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas V dan VI SDN 010 Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Pengembangan media monopoli menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Responden tahap pengembangan terdiri dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Pengumpulan data penelitian dilakukan saat pretest dan posttest. Analisis perbedaan domain perilaku siswa terhadap pencegahan merokok antara sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji paired t-test. Kelayakan uji coba media oleh ahli materi sebesar 91,0%, oleh ahli media sebesar 88,5%, dan oleh ahli bahasa sebesar 90,5%. Rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat sebesar 24,75 dan rata-rata skor sikap siswa meningkat sebesar 24,10 saat posttest. Media permainan monopoli edukatif mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang pencegahan merokok (p-value < 0,05).
Program Pemberdayaan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.7

Abstract

Komunitas Adat Terpencil, dalam hal ini Suku Anak dalam Jambi, memiliki keterbatasan terhadap akses pelayanan sosial, ekonomi maupun politik. Komunitas Adat Terpencil perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya adalah melalui pemberdayaan masyarakat secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pada saat ini, masih kurang keterlibatan seluruh komponen, baik pemerintah, pihak swasta, stakeholder, dan masyarakat setempat untuk berkontribusi dalam pembangunan Komunitas Adat Terpencil. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pemberdayaan suku anak dalam di Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informan penelitian sejumlah 6 orang, yaitu berasal dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Puskesmas Limbur Tembesi Sarolangun. Hasil penelitian digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suku Anak, termasuk di bidang kesehatan seperti melakukan pengecekan kesehatan, posyandu, pemberian Kartu Indonesia Sehat serta Puskesmas Keliling. Sebagian besar pemberdayaan belum berhasil karena Suku Anak Dalam belum mampu memandirikan diri sendiri maupun keluarga, dan masih memiliki kebiasaan yang sulit untuk di tinggalkan. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang baik antar lintas sektor agar tercapainya kesejahteraan.
Gambaran Pelaksanaan Program Promosi Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i1.8

Abstract

Petugas promosi kesehatan adalah elemen penting dalam kampanye gerakan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan petugas promosi kesehatan merupakan sosok yang akan berinteraksi langsung di masyarakat, selain itu mereka secara langsung mengetahui kondisi nyta di lapangan. Tulisan ini menjelaskan tentang pelaksanaan program promosi kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih dalam upaya peningkatan Kesehatan Masyarakat. Promosi tersebut berupa program unggulan upaya peningkatan kesehatan masyarakat yaitu promosi pelayanan unggulan yang ada di RSUD Kota Prabumulih; edukasi, dan promosi melalui media massa dari tim promosi RSUD kota Prabumulih; dan promosi Pelayanan Inovasi “KIR Sehat” RSUD Kota Prabumulih di sekolah-sekolah. Kegiatan promosi itu didukung oleh sumber daya tim promosi yang berkualitas dalam melaksanakan penyebarluasan informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan di wilayah kerja RSUD Kota Prabumulih. Dengan demikian, program bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat dan peningkatan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Workshop Pembuatan Media Promosi Kesehatan dengan PowerPoint untuk Petugas Promosi Kesehatan di Kota Mataram
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.35

Abstract

PowerPoint, selain sebagai media presentasi juga dapat digunakan untuk mendesain poster. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan merancang media promosi kesehatan, yaitu poster dengan menggunakan PowerPoint. Kegiatan ini melibatkan 30 orang petugas promosi kesehatan di Kota Mataram. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest sebelum workshop dan posttest setelah kegiatan workshop. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan petugas promosi kesehatan dalam membuat poster menggunakan PowerPoint. Pada pretest, nilai pengetahuan dan kemampuan terendah adalah 10% sedangkan nilai pengetahuan dan kemampuan tertinggi adalah 60%, dengan rata – rata nilai adalah 35%. Sementara setelah workshop dilakukan, nilai pengetahuan dan kemampuan meningkat, di mana nilai terendah adalah 30%, sedangkan nilai pengetahuan dan kemampuan tertinggi adalah 100%. Dengan demikian, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 46% setelah workshop dilakukan. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop merancang media promosi kesehatan dengan menggunakan PowerPoint dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas promosi kesehatan dalam merancang poster dan media kesehatan lainnya.
Edukasi Pengolahan Sampah untuk Meningkatkan Pengetahuan Murid di SD Negeri 14 Tapole
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.37

Abstract

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan sepanjang tahun 2022 terdapat 19 juta ton timblunan sampah dan 23,5% sampah tersebut tidak dikelola. Di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan terdapat timbunan sampah sebanyak 51.530 ton pada tahun 2022, naik dari 50.483 ton di tahun 2021. Upaya edukasi terhadap masyarakat menjadi penting sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelololaan sampah. Tujuan kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan sejak usia dini, yaitu bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Tapole Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan presentasi dan pemutaran video animasi. Hasil evaluasi kegiatan dengan menggunakan uji statistik paired t-test menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan peserta sebelum edukasi dengan sesudah edukasi (pvalue = 0,036). Dengan demikian, upaya edukasi ini meningkatkan pengetahuan murid sekolah dasar tentang pengolahan sampah.