Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FACTORS INFLUENCING ADOLESCENT EATING HABITS DURING THE NEW NORMAL ERA OF THE COVID-19 PANDEMIC IN DENPASAR CITY Satiawati Kurnianingsih, I Desak Ketut Dewi; Batiari, Ni Made Padma; Oktavianti, Ni Kadek Rika
HEARTY Vol 12 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i1.8661

Abstract

The study aims to comprehend how the eating habits of school adolescents have changed during the adaptation period of the new normal of COVID-19, as well as to evaluate the relationship between adolescents' sociodemographic characteristics and learning methods in school with their eating habits. A cross-sectional quantitative study was conducted in Denpasar City with 352 adolescents aged 10-21 years, utilizing a questionnaire measuring eating habits based on the Adolescent Food Habits Checklist (AFHC). The research results indicate that factors such as age (OR=7.57; p<0.05), gender (OR=0.39; p<0.05), parental income (OR=1.83; p<0.05), and learning methods (OR=2.71; p<0.05) in school influence adolescent eating habits. Furthermore, the majority of adolescents (60%) exhibit poor eating habits, with a significant portion having suboptimal nutritional status, including 46.3% underweight, 11.1% at risk of overweight, and 3.4% classified as Obesity II. Therefore, collaboration among parents, schools, and health departments is essential to promote healthier eating patterns for adolescents.
Manfaat Meditasi dan Kids Yoga untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Saat Diberikan Imunisasi di SD Negeri 1 Kukuh Kerambitan Ariyanti, Kadek Sri; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Batiari, Ni Made Padma; Herliawati, Putu Arik; Bainuan, Lina Darmayanti
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v7i1.3147

Abstract

Imunisasi yang diberikan kepada anak sekolah dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Ketakutan dan kecemasan anak sebelum diberikan imunisasi dapat menimbulkan reaksi - reaksi ketika pelaksanaan imunisasi, misalnya anak menangis atau menolak untuk diimunisasi. Meditasi dan kids yoga dapat dilakukan untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan anak menjelang imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat meditasi dan kids yoga untuk mengurangi kecemasan saat diberikan imunisasi. Desain kualitatif dipergunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa yang mendapatkan imunisasi serta mengikuti latihan meditasi dan kids  yoga. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan dengan triangulasi, dengan informan kunci adalah satu orang guru pembina dan satu orang tenaga kesehatan yang melakukan imunisasi. Manfaat yang diperoleh dari latihan meditasi dan kids yoga untuk mengurangi kecemasan saat diberikan imunisasi di SD Negeri 1 Kukuh Kerambitan antara lain: 1) memberikan ketenangan; 2) memberikan rasa rileks dan nyaman; 3) mengurangi rasa takut; dan 4) Mengurangi kecemasan. Latihan meditasi dan kids yoga sebaiknya diberikan secara rutin sebagai salah satu bentuk implementasi pelayanan kesehatan komplementer, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran siswa baik fisik maupun mental.
Perilaku Cuci Tangan Masyarakat Desa Adat Ditinjau Dari Tradisi Ngayah Banjar Di Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Putri Kencana, Ni Luh Putu; Batiari, Ni Made Padma; Herliawati, Putu Arik; Puspa Dewi, Triyana
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i1.3980

Abstract

Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu upaya pencegahan penyakit dan merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga.  Umumnya yang sering dilakukan masyarakat adalah mencuci tangan dengan air tanpa sabun. Hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan mencuci tangan dengan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku cuci tangan ditinjau dari tradisi dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi, intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang menjalankan tradisi “ngayah banjar”  dan masyarakat yang sedang menjalankan upacara adat yang berjumlah 10 orang. Analisa data menggunakan triangulasi, dengan informan kunci adalah tokoh masyarakat. Hasil observasi menunjukkan masih terdapat masyarakat yang mencuci tangan dalam kobokan tanpa sabun pada saat melaksanakan tradisi ngayah banjar. Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku cuci tangan ditinjau dari tradisi dan budaya “ngayah banjar” adalah 1) Tradisi / kebiasaan; 2) Ketersediaan sarana dan prasaran; dan 3) Peraturan adat / awig-awig. Masih terdapat masyarakat yang mencuci tangan dalam kobokan tanpa menggunakan sabun. Faktor yang mempengaruhi antara lain: 1) Tradisi dan kebiasaan ; 2)Ketersediaan sarana dan prasaran; dan 3) Peraturan adat / awig-awig.
PENGGUNAAN VIDEO MOTION COMIC UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG KESEHATAN MENTAL DI SMP NEGERI 11 DENPASAR Ariyanti, Kadek Sri; Batiari, Ni Made Padma; Herliawati, Putu Arik; Dewianti, Ni Made; Sariyani, Made Dewi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2567

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan remaja. 10-20% remaja di dunia dan 6% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Kesadaran remaja tentang kesehatan mental masih rendah. Pendidikan kesehatan mental remaja sangat penting dilakukan, salah satu metode yang efektif adalah video motion comic. Kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 23 Januari 2025 di SMP Negeri 11 Denpasar. Sasaran kegiatan adalah Siswa kelas VII dan VIII dengan jumlah 60 orang. Metode pelaksanaan kegiatan adalah kualitatif dengan memberikan pre-test melalui wawancara, kemudian memberikan intervensi melalui video motion comic tentang kesehatan mental yang berdurasi kurang lebih 10 menit. Evaluasi dilakukan dengan memberikan post-test kembali dengan cara wawancara dengan pertanyaan yang sama dengan pre-test. Indikator keberhasilan kegiatan yaitu siswa berhasil menjawab dengan benar lebih dari 50% pertanyaan yang diberikan. Wawancara dalam pre-test menunjukkan sebagian besar siswa berhasil menjawab rata-rata 1-2 dari 6 pertanyan yang diberikan dengan benar. Terjadi peningkatan pada hasil wawancara saat post-test, dimana rata-rata siswa berhasil menjawab 4-5 dari 6 pertanyaan yang diberikan dengan benar. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan mental setelah menonton video motion comic. Penggunaan media video motion comic memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan mental di SMP Negeri 11 Denpasar. Penggunaan teknologi dan media digital dalam pembelajaran merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi tantangan kesehatan mental di kalangan remaja.
SEX EDUCATION FOR KIDS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN POSTER DI SD NEGERI 3 SERANGAN Ariyanti, Kadek Sri; Batiari, Ni Made Padma; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Kencana, Ni Luh Putu Putri; Kurnianingsih, I Desak Ketut Dewi Satiawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2845

Abstract

Introduction: Delivering sexual health information to children needs to be packaged in an interesting and easy-to-understand way. Visual media, such as videos and posters, have the advantage of conveying information in an interesting and interactive way. Objective: to provide accurate and comprehensive knowledge about sexual health to children. Method: The activity was carried out on Thursday, January 23, 2025, at Serangan 3 Public Elementary School. The target of the activity was 40 students in grades IV, V, and VI. The method of implementing the activity was qualitative by providing a pre-test through interviews, then providing interventions through educational videos and posters about sexual health in children with a duration of approximately 10 minutes. Evaluation was carried out by providing a post-test through interviews. The indicator of the success of the activity was that students managed to answer more than 50% of the questions given correctly. Results: Interviews in the pre-test showed that students managed to answer an average of 1-2 of the 6 questions given correctly. There was an increase in interview results during the post-test, where on average students managed to answer 4-5 of the 6 questions given correctly. Conclusion: The use of videos and posters in sex education for children can improve children's understanding of sexuality. Educators and parents need to work together to design sex education materials that are appropriate to the age and needs of children.
Komiks Bali: Pengembangan Komik Digital Kesehatan Mental Berbahasa Bali Sebagai Media Promosi Kesehatan Inovatif Berbasis Kearifan Lokal Daerah Bali Batiari, Ni Made Padma; Adiningsih, Luh Yulia; Putri, Putu Chrisdayanti Suada; Putra, I Gusti Ngurah Made Dwi; Darani, Anak Agung Ayu Sintya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4080

Abstract

Kesehatan mental menjadi asek krusial dalam mencapai kesehatan secara menyeluruh dan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Data I-NAMH Survey tahun 2022 mencatat sebanyak 15,5 juta (34,9%) remaja usia 10-17 tahun memiliki masalah kesehatan mental dan 2,45 juta (5,5%) remaja mengalami gangguan mental. Pengembangan media digital adalah untuk menjawab keterbatasan akses informasi kesehatan mental remaja dan memberikan ruang psikoedukasi untuk remaja memahami lingkup kesehatan mental, sehingga diharapkan dapat menurunkan risiko dan dampak masalah kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media promosi kesehatan yang inovatif dan layak dalam menyampaikan informasi kesehatan mental remaja. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan mengacu pada model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch (2009) yang terdiri dari lima tahapan meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Responden dalam penelitian ini adalah 205 remaja usia 15-18 tahun di wilayah Kota Denpasar yang dipilih secara purposive sampling dan melibatkan ahli media, materi dan bahasa Bali. Hasil analisis kebutuhan terdapat 59 responden (42,1%) belum pernah mengakses informasi kesehatan mental remaja, sebanyak 123 responden (87,9%) merasa membutuhkan informasi kesehatan mental remaja. Sebanyak 80 responden (57,1%) menyukai bentuk sumber informasi berupa media digital. Hasil uji kelayakan media oleh ahli materi, media dan Bahasa Bali didapatkan rata-rata sebesar 95,88% (sangat layak). Hasil uji kelayakan pada remaja sebanyak 205 responden didapatkan hasil sebesar 79,26% (layak). Media komik digital kesehatan mental berbahasa Bali dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi remaja dan berdasarkan kualifikasi penilaian media dari aspek materi, media, dan Bahasa sudah layak.
Empowering The Community Through a Herbal Medicine-Based Movement in Pengotan Village, Bali Winingsih, Gusti Ayu Martha; Batiari, Ni Made Padma; Febriyanti, Ni Made Ari; Noviani, Ni Wayan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17431

Abstract

This community service activity aimed to increase public awareness, knowledge, and skills in utilizing herbal medicinal plants as an alternative for family health maintenance and as a potential source of local economic development. The program was carried out in collaboration with Pengotan Village, Bangli Regency, Bali, involving 50 PKK mothers as participants. It was implemented by a team of lecturers from Kartini Bali Health Polytechnic, who also served as facilitators and resource persons. The activity consisted of six stages: initial observation, provision of tools and materials, pretest, counseling sessions on herbal medicinal plants, posttest, and an evaluation and follow-up stage to assess improvements in participants’ knowledge. Descriptive analysis was used to examine increases in knowledge, planting and processing skills, and understanding of product marketing. The results showed an increase in participants’ knowledge of herbal medicinal plants by 76.06%, skills in planting and processing by 76.24%, and knowledge of marketing methods by 78.86%. After the program, participants demonstrated initiative in using herbal medicine to treat minor illnesses within their families and began utilizing home gardens to grow herbal plants. Furthermore, the village government plans to establish a business group for PKK mothers to strengthen the local economy. The follow-up of this activity is expected to involve collaboration between the village, health centers, and the community to enhance the sustainable use of herbal medicinal plants for health improvement.