Jurnal Kabar Masyarakat
Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: JURNAL KABAR MASYARAKAT

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Biopestisida Nabati dari Daun Pepaya dan Bawang Putih sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan (SDGs): Studi Kasus Program KKN Desa Wonosobo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang

Naila Agitia Ghaisani (Universitas Negeri Semarang)
Anisa Tutur Larasati (Universitas Negeri Semarang)
Muhammad Bachtiar Juliawan (Universitas Negeri Semarang)
Nabila Septerika (Universitas Negeri Semarang)
Danniya Revanny (Universitas Negeri Semarang)
Atikah Hanifah (Universitas Negeri Semarang)
Helmy Arrohmannaja (Universitas Negeri Semarang)
Laily Dwi Apriliya (Universitas Negeri Semarang)
Muhamad Zaki Musaroful Huda (Universitas Negeri Semarang)
Nisa’ Rohmatul Ulya Abdul Somad (Universitas Negeri Semarang)
Yehezkiel Adelio Kautama (Universitas Negeri Semarang)
Jeane Fransina Diana Talakua (Universitas Negeri Semarang)
Winoto (Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Ketergantungan petani pada pestisida kimia sintetis dalam praktik pertanian konvensional telah menyebabkan berbagai dampak negatif, termasuk pencemaran lingkungan, resistensi hama, dan risiko kesehatan bagi petani dan konsumen. Kondisi ini menimbulkan tantangan khusus bagi masyarakat Desa Wonosobo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, yang penduduknya sebagian besar adalah petani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan produksi biopestisida berbasis tanaman yang berasal dari daun pepaya dan bawang putih sebagai alternatif pestisida ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan sejalan dengan SDGs. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi produksi biopestisida, serta pendampingan dan evaluasi penerapannya oleh kelompok petani setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan tanaman menjadi biopestisida yang efektif dalam menekan populasi hama tanaman. Lebih lanjut, penerapan biopestisida ini dianggap mampu mengurangi biaya produksi pertanian sekaligus meminimalkan risiko pencemaran lingkungan akibat residu kimia.

Copyrights © 2026