Batang pisang merupakan salah satu bagian tanaman pisang yang masih jarang dimanfaatkan dan umumnya dianggap sebagai limbah, padahal memiliki kandungan nutrisi dan serat yang cukup tinggi sehingga berpotensi dijadikan bahan pangan alternatif. Salah satu upaya pemanfaatan batang pisang adalah dengan mengolahnya menjadi keripik. Dalam proses pengolahan keripik batang pisang, diperlukan perlakuan perendaman menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu produk, khususnya tekstur dan warna. Salah satu bahan tambahan yang umum digunakan adalah larutan kapur sirih (Ca(OH)₂) yang berfungsi meningkatkan kerenyahan serta menghambat pencoklatan akibat proses oksidasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kapur sirih (0%,4%,8%,12%,16%) dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). untuk uji organoleptik dianalisa dengan metode indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kapur sirih 8% merupakan perlakuan terbaik menghasilkan karakteristik kimia dan sensori dengan kadar air 3.96%, kadar abu 1.55%, kadar lemak 28,36%, rasa 2,90 ( suka), warna 3.03 (suka), aroma 3,10 (suka), tekstur 3.17 (suka), dan kesukaan keseluruhan 2.97 (suka).
Copyrights © 2026