Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berisiko lamban belajar kelas IV SD Negeri 002 Long Mesangat melalui penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bentuk huruf yang mirip, menghubungkan bunyi dengan simbol huruf, serta membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana secara lancar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang teridentifikasi berisiko lamban belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan multisensori diterapkan dengan mengoptimalkan penggunaan indera visual, auditori, kinestetik, dan taktil, sedangkan teori pembelajaran sosial diimplementasikan melalui kegiatan pemodelan (modeling), imitasi, latihan terbimbing, pemberian penguatan (reinforcement), dan interaksi langsung antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenali huruf, melafalkan bunyi huruf, membaca suku kata, membaca kata sederhana, serta memahami kalimat sederhana. Selain itu, terjadi peningkatan perhatian, keberanian membaca, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2026