Pada masa kini, semakin banyak orang tua memahami pentingnya pendidikan bagi anak serta menyadari peran mereka sebagai fondasi pertama dalam pembentukan kepribadian. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus ialah perkembangan emosional anak usia dinii. Tahap tumbuh kembang merupakan fase yang sangat menentukan bagi kehidupan anakusia dini, karena pada tahap ini terbentuk berbagai aspek perkembangan, mulai dari fisik, emosional, sosial, hingga kognitif. penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh memiliki kontribusi signifikan terhadap kemampuan anak dalam mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola emosi. Pola asuh demokratis dapat dikatakan sebagai metode yang cukup efektif dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial yang baik. Sebaliknya, pola asuh otoriter cenderung memicu kecemasan, pola permisif menghambat adaptasi norma sosial, dan pola uninvolved (pengabaian) berdampak buruk pada kecerdasan emosional anak. Selain gaya pengasuhan, reaksi empati orang tua dan lingkungan keluarga yang hangat merupakan faktor pendukung utama bagi kesehatan mental anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap emosional anak d usia dini dengan cangkupan keseimbangan antara disiplin dan kasih sayang, serta edukasi orang tua yang memadai, sangat diperlukan untuk mendukung kematangan emosional anak yang optimal.
Copyrights © 2026