Latar Belakang: Obesitas sentral yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di area abdomen sangat berisiko memicu penyakit kardiometabolik. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok usia dewasa muda yang rentan mengalami kondisi ini akibat beban akademik yang tinggi, tingginya perilaku sedentari, stres, dan pola makan tidak sehat. Indeks Massa Tubuh (IMT) umum digunakan untuk menilai status gizi, namun memiliki keterbatasan karena tidak dapat menggambarkan distribusi lemak tubuh. Oleh karena itu, diperlukan parameter lingkar pinggang untuk mengidentifikasi obesitas sentral secara spesifik.Tujuan: Untuk mengetahui dan mengevaluasi distribusi frekuensi IMT dan lingkar pinggang, serta menganalisis hubungan antara kedua parameter antropometri tersebut dalam mengidentifikasi obesitas sentral pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan 63 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta uji korelasi Spearman. Hasil: Distribusi kategori IMT menunjukkan status normal sebesar 31,7% (20 responden), obesitas I sebesar 27,0% (17 responden), obesitas II sebesar 19,0% (12 responden), kurus sebesar 15,9% (10 responden), dan overweight sebesar 6,3% (4 responden). Berdasarkan pengukuran lingkar pinggang, sebanyak 46,0% (29 responden) masuk kategori berisiko obesitas sentral. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kategori IMT dengan kejadian obesitas sentral (p-value < 0,001; χ² = 48,678). Selanjutnya, uji korelasi Spearman secara numerik memperlihatkan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara nilai IMT dan nilai lingkar pinggang (\(r_s = 0,841\); p-value = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan lingkar pinggang sebagai indikator obesitas sentral pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Semakin tinggi nilai IMT seorang mahasiswa, semakin besar ukuran lingkar pinggangnya dan semakin tinggi pula risiko mengalami obesitas sentral. Penggunaan kombinasi kedua indikator antropometri ini sangat penting untuk mendukung deteksi dini risiko kesehatan kardiometabolik sejak usia dewasa muda.
Copyrights © 2026