Pasien dengan penyakit penyerta sistem respirasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi pasca anestesi, salah satunya adalah komplikasi sistem respirasi. Nilai saturasi oksigen yang rendah (<94%) dapat menyebabkan hipoksia, bahkan kematian jaringan yang berdampak pada proses penyembuhan pasca operasi. Tujuan pada penelitian ini adalah Menghubungkan saturasi oksigen pasien dengan penyakit penyerta sistem respirasi pasca general anestesi di RS X Bogor. Penelitian ini menggunakan metode descriptive observasional dengan pendekatan time series, melibatkan 60 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan teknik consecutive sampling di ruang IBS RS X Bogor. dengan instrumen lembar observasi dan pulse oximetry. Data dianalisis dengan Analisa data univariat. Sebanyak 6 pasien (10%) dari 60 responden mengalami hipoksia pasca general anestesi saat observasi menit ke-5 dengan karakteristik, responden, umur 40-60 tahun dengan penyakit PPOK dan Asma, ASA II, ASA III, ASA IV, teknik anestesi ETT, dan equipment pasca anestesi simple mask, dan nilai CRT >2 detik. Sedangkan saat observasi sebelum pasien dipindahkan ke ruang rawat inap seluruh responden menunjukkan saturasi oksigen normal. Kejadian hipoksia dapat dicegah dengan penatalaksaan oksigenasi yang tepat. Pemeriksaan evaluasi pre-operasi harus dilakukan dengan baik dalam menurunkan risiko komplikasi pasca anestesi.
Copyrights © 2026