Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma memiliki intensitas pergerakan pesawat yang tinggi, namun Taxiway Golf dan Taxiway Hotel belum dilengkapi Runway Guard Light (RGL) sehingga berpotensi meningkatkan risiko runway incursion, terutama karena kedua taxiway tersebut berfungsi sebagai akses keluar-masuk apron selatan sekaligus taxiway paralel akibat bandara belum memiliki parallel taxiway tersendiri. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, yang bertujuan menghasilkan rancangan teknis pemasangan RGL pada Taxiway Golf dan Hotel sesuai standar dan regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang terdiri atas enam tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan desain tervalidasi. Metode ini dipilih karena sesuai dengan sifat penelitian yang menghasilkan produk rancangan teknis serta memerlukan proses validasi oleh pihak teknis bandara sebelum rancangan dinyatakan layak. Hasil penelitian berupa Detailed Engineering Design (DED) yang meliputi gambar teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Rancangan menggunakan 18 unit RGL Konfigurasi B (inset) tipe IRGL-STB-L, terdiri atas 9 unit pada Taxiway Golf dan 9 unit pada Taxiway Hotel, dengan memanfaatkan Constant Current Regulator (CCR) South Apron yang telah tersedia sehingga tidak memerlukan penambahan CCR baru. Hasil validasi oleh pihak teknis bandara menunjukkan bahwa rancangan telah memenuhi standar teknis dan keselamatan penerbangan yang berlaku, sehingga dapat dijadikan acuan dalam rencana pemasangan RGL di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji penambahan sirkuit kedua pada CCR Taxiway Golf dan Hotel guna meningkatkan keandalan sistem apabila terjadi gangguan pada salah satu sirkuit.
Copyrights © 2026