Peningkatan beban pada transformator distribusi dapat menyebabkan kenaikan arus tiap fasa, ketidakseimbangan beban, dan peningkatan suhu yang berpotensi menurunkan keandalan serta umur operasi transformator. Pemantauan yang masih dilakukan secara berkala belum mampu memberikan informasi kondisi transformator secara kontinu dan real-time, sehingga diperlukan sistem monitoring yang dapat memberikan informasi kondisi abnormal secara lebih cepat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring transformator distribusi berbasis mikrokontroler ESP-32 yang mampu memantau arus tiap fasa dan suhu serta mengolah data menjadi informasi overload, overheat, dan unbalance. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) karena penelitian berorientasi pada pengembangan dan pengujian purwarupa secara bertahap. Tahapan penelitian meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, perancangan produk, validasi rancangan, revisi, pengujian produk, revisi produk, dan uji coba pemakaian. Purwarupa menggunakan tiga sensor SCT-013 untuk pengukuran arus fasa R, S, dan T, sensor suhu DS18B20, mikrokontroler ESP-32, Firebase Realtime Database, serta web monitoring. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca data arus dan suhu, mengolah parameter overload, overheat, dan unbalance, mengirimkan data ke Firebase Realtime Database, serta menampilkan informasi kondisi transformator melalui web secara real-time. Sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pemantauan kondisi transformator distribusi berdasarkan parameter arus dan suhu untuk mendukung deteksi dini kondisi abnormal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi sensor arus, menambahkan parameter pengukuran lain, mengembangkan penerapan langsung pada transformator distribusi, serta menambahkan fitur keamanan siber, SOP penanganan, dan notifikasi otomatis.