Sistem distribusi tegangan menengah pada Gardu Instrument Landing System (ILS) Bandar Udara Halim Perdanakusuma mengalami penurunan keandalan akibat transformator step-up 380 V/6 kV yang telah beroperasi sejak tahun 1973 dan mengalami kebocoran minyak isolasi, serta kerusakan pada jalur kabel Power House–Glide Path yang mengubah konfigurasi jaringan dari loop menjadi radial sehingga tidak memiliki jalur suplai cadangan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kontinuitas suplai listrik pada peralatan navigasi penerbangan yang bersifat kritis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan reinstalasi jaringan distribusi tegangan menengah 6 kV pada Gardu ILS untuk meningkatkan kontinuitas dan kinerja sistem. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) Level 1 yang dipilih karena penelitian difokuskan pada tahap perancangan tanpa dilanjutkan pembuatan produk, melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data teknis, analisis sistem eksisting, perancangan transformator dan kabel, serta simulasi menggunakan ETAP 19.01 untuk memvalidasi kinerja rancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator eksisting telah berumur 53 tahun dengan nilai breakdown voltage minyak sebesar 29,8 kV, berada di bawah standar minimum IEC 60156 sebesar 50 kV. Rancangan reinstalasi merekomendasikan transformator kering (dry-type cast resin) berkapasitas 315 kVA dan kabel N2XSEFGbY 3×35 mm² dengan konfigurasi jaringan loop. Hasil simulasi ETAP menunjukkan peningkatan profil tegangan pada seluruh bus serta pembebanan transformator sebesar 52,2%, yang masih berada dalam batas aman operasi. Rancangan ini dapat menjadi acuan teknis untuk meningkatkan kontinuitas dan keselamatan operasional sistem navigasi penerbangan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan mencakup analisis koordinasi proteksi dan keandalan sistem secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026