Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pekerja bengkel las dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kerja yang tidak aman (unsafe action). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 46 pekerja bengkel las. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku tidak aman sebanyak 24 orang (52,2%) dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 28 orang (60,9%). Jenis kecelakaan yang paling banyak dialami adalah terbentur, tergores, terpotong, dan tertusuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi (p-value < 0,001; PR = 5,500), yang menunjukkan bahwa pekerja dengan perilaku tidak aman memiliki risiko/prevalensi mengalami kecelakaan kerja 5,5 kali lebih besar. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan diri merupakan bagian dari upaya menghindari perbuatan yang dapat membahayakan diri, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir. Disarankan kepada pemilik bengkel untuk meningkatkan penerapan SOP dan mewajibkan penggunaan APD secara lengkap, serta kepada pekerja agar lebih mematuhi prosedur keselamatan kerja guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026