Ibu berperan sentral sebagai madrasatul ula (sekolah pertama), namun banyak kader Aisyiyah belum memahami perkembangan motorik anak di tengah maraknya masalah gizi akibat kurangnya aktivitas fisik anak di Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi kader dan merumuskan strategi pembinaan fisik dalam keluarga Muhammadiyah di Tasikmalaya. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dihimpun dari 15 informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengungkap adanya kesenjangan antara pemahaman nilai keagamaan dan praktik jasmani, serta menghasilkan model “Epistemologi Tubuh Islami”. Model ini merupakan sebuah kerangka pikir yang memosisikan aktivitas fisik anak sebagai bentuk ibadah dan perwujudan ketauhidan, bukan sekadar gerak biologis. Kesimpulannya, integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam pendidikan jasmani secara nyata memperkuat peran pengasuhan ibu. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengonsepsian Epistemologi Tubuh Islami tersebut sebagai landasan pembinaan fisik anak usia dini. Riset ini berkontribusi strategis dalam menyediakan kerangka modul parenting praktis bagi organisasi Aisyiyah.
Copyrights © 2026