Rendahnya pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada murid berkesulitan belajar dipengaruhi oleh penyajian materi yang dominan verbal, abstrak, dan belum terhubung dengan pengalaman lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan mind mapping berbasis konteks lokal dan menganalisis peningkatan pemahaman konsep IPS pada materi pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Subjek tindakan adalah 28 murid kelas VII pada sekolah menengah pertama inklusif, dengan fokus analisis pada empat murid yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep, observasi aktivitas belajar, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilaksanakan melalui penentuan ide utama, pengembangan cabang konsep, penggunaan kata kunci, warna, simbol, dan gambar, serta pengaitan konsep dengan potensi ekonomi kreatif lokal. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 57,96 pada pra-siklus menjadi 70,46 pada siklus I dan 82,46 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 21,4% menjadi 70,0% dan 92,8%. Rata-rata empat murid fokus juga meningkat dari 53,75 menjadi 73,00 dan 80,50. Aktivitas bertanya, berdiskusi, menyusun cabang konsep, menggunakan kata kunci, dan belajar mandiri berkembang pada setiap siklus. Mind mapping berbasis konteks lokal membantu murid mengorganisasi informasi secara visual, menghubungkan konsep dengan pengalaman sehari-hari, dan berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran IPS inklusif.
Copyrights © 2026