Perangkat lunak yang berkualitas perlu didukung oleh proses evaluasi usability yang tepat. Salah satu metode evaluasi yang banyak digunakan adalah Think Aloud (TA), yang terdiri atas Concurrent Think Aloud (CTA) dan Retrospective Think Aloud (RTA). Perbedaan utama kedua metode terletak pada waktu pelaksanaan verbalisasi, yaitu dilakukan secara simultan dengan pengerjaan task pada CTA dan setelah seluruh task selesai pada RTA. Penelitian ini bertujuan membandingkan kedua metode berdasarkan 3 aspek, yaitu usability problems, task performance, dan participant experiences. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CTA secara signifikan menghasilkan rata-rata temuan masalah usability per partisipan yang lebih tinggi dibandingkan RTA serta mampu mengidentifikasi lebih banyak masalah unik, sehingga memiliki cakupan identifikasi masalah yang lebih luas. Sebaliknya, pada aspek task performance yang meliputi task success rate, task time, dan total time, serta aspek participant experiences, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun CTA lebih unggul dalam mengidentifikasi masalah usability, perbedaan karakteristik antara CTA dan RTA tidak memengaruhi performa partisipan maupun pengalaman mereka selama mengikuti sesi pengujian usability.
Copyrights © 2026