Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh terhadap burnout akademik mahasiswa di era digital. Burnout adalah keadaan kelelahan fisik dan emosional kronis, sering disertai dengan perasaan sinisme dan detasemen dari pengejaran akademik. Sementara itu, timbulnya kelelahan pada siswa terkait erat dengan stres yang berkepanjangan dan berlebihan yang timbul dari kombinasi meningkatnya pekerjaan akademik, tuntutan skolastik, tingkat energi yang menipis, berkurangnya antusiasme untuk tugas -tugas akademik, kurangnya sikap positif, dan pencapaian akademik yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 74 mahasiswa berbagai program studi di Universitas Papua. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout akademik. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 71,2% variabilitas burnout. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas individu dalam mengelola stres serta peran aktif institusi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di tengah tantangan pembelajaran digital. Kata kunci: Burnout Akademik, Era Digital, Manajemen Stres, Dukungan Institusi
Copyrights © 2025