Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strengthening Science Literacy Through Academic Supervision: Insights from High School Science Teachers Iriwi Louisa S Sinon; Maisyaroh Maisyaroh; Rochmawati Rochmawati
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/pedagogia.v17i2.58

Abstract

Academic supervision is a systematic professional development process aimed at enhancing instructors' pedagogical and professional competencies through guidance and reflection. In the context of educational challenges in West Papua, including geographical and resource constraints, comprehending teacher attitudes poses a difficulty for supervisory tactics. This study aims to investigate the perspectives of physics teachers regarding the application of academic monitoring in public and private high schools in West Papua to strengthening scientific literacy. The employed research methodology is qualitative, utilising a case study approach. Data were gathered via comprehensive interviews with nine Physics Science educators to investigate their experiences, reactions, and anticipations regarding the academic supervision process. The study's findings indicated that teacher perceptions were significantly affected by the supervisory approach, the quality of communication between teachers and supervisors, and the pertinence of the feedback provided. Educators possess adequate comprehension of the design, execution, and evaluation of academic oversight by the principal. Favourable perceptions typically foster educators' receptiveness to transformation and enhancement of instructional methodologies. It is essential for principals to comprehend the scientific content pertinent to the subject matter taught by each educator, particularly regarding scientific literacy (scientific approach). Supervisor competencies that diverge from the relevant field of study also impede the efficacy of supervision. This study theoretically enhances the discussion on teacher perceptions in academic supervision. The findings can serve as a resource for educational stakeholders to design a more contextual and effective supervision model, particularly in regions with distinct socio-cultural and infrastructural situations like West Papua.
Burnout Akademik di Era Digital: Studi Tentang Peran Manajemen Stres Dan Dukungan Institusi Pada Mahasiswa Asiroha Siboro; Iriwi Louisa S Sinon
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh terhadap burnout akademik mahasiswa di era digital. Burnout adalah keadaan kelelahan fisik dan emosional kronis, sering disertai dengan perasaan sinisme dan detasemen dari pengejaran akademik. Sementara itu, timbulnya kelelahan pada siswa terkait erat dengan stres yang berkepanjangan dan berlebihan yang timbul dari kombinasi meningkatnya pekerjaan akademik, tuntutan skolastik, tingkat energi yang menipis, berkurangnya antusiasme untuk tugas -tugas akademik, kurangnya sikap positif, dan pencapaian akademik yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 74 mahasiswa berbagai program studi di Universitas Papua. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout akademik. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 71,2% variabilitas burnout. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas individu dalam mengelola stres serta peran aktif institusi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di tengah tantangan pembelajaran digital. Kata kunci: Burnout Akademik, Era Digital, Manajemen Stres, Dukungan Institusi
Burnout Akademik di Era Digital: Studi Tentang Peran Manajemen Stres Dan Dukungan Institusi Pada Mahasiswa Asiroha Siboro; Iriwi Louisa S Sinon
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh terhadap burnout akademik mahasiswa di era digital. Burnout adalah keadaan kelelahan fisik dan emosional kronis, sering disertai dengan perasaan sinisme dan detasemen dari pengejaran akademik. Sementara itu, timbulnya kelelahan pada siswa terkait erat dengan stres yang berkepanjangan dan berlebihan yang timbul dari kombinasi meningkatnya pekerjaan akademik, tuntutan skolastik, tingkat energi yang menipis, berkurangnya antusiasme untuk tugas -tugas akademik, kurangnya sikap positif, dan pencapaian akademik yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 74 mahasiswa berbagai program studi di Universitas Papua. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout akademik. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 71,2% variabilitas burnout. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas individu dalam mengelola stres serta peran aktif institusi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di tengah tantangan pembelajaran digital. Kata kunci: Burnout Akademik, Era Digital, Manajemen Stres, Dukungan Institusi