Artikel ini mengkaji Perang Salib (1096–1291 M) sebagai konflik bersenjata yang tidak hanya dilatari motivasi keagamaan, tetapi juga didorong oleh faktor geopolitik, ekonomi, dan sosial. Dengan menggunakan metode penelitian historis dan analisis deskriptif kualitatif, artikel ini menganalisis latar belakang, dinamika, dan dampak Perang Salib terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Eropa serta dunia Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Salib berperan sebagai jembatan pertemuan dua peradaban yang memicu pertukaran pengetahuan, teknologi, dan komoditas. Di satu sisi, konflik ini memperkuat kesadaran identitas keagamaan dan memicu konsolidasi politik umat Islam. Di sisi lain, Perang Salib mempercepat transformasi ekonomi Eropa melalui peningkatan perdagangan, melemahnya sistem feodal, serta munculnya kota-kota dagang seperti Venesia dan Genoa. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan Perang Salib tidak hanya terletak pada memori konflik, tetapi juga pada kontribusinya terhadap kebangkitan intelektual dan ekonomi Eropa yang mempersiapkan jalan menuju era Renaisans
Copyrights © 2026