Latar Belakang: Kekerasan berbasis gender merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat memberikan dampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, seksual, dan reproduksi. Rendahnya kesadaran mengenai bentuk kekerasan, hak kesehatan reproduksi, mekanisme perlindungan, serta akses terhadap layanan dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap kekerasan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran perlindungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender dalam kesehatan reproduksi pada perempuan usia reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 60 perempuan usia reproduksi yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen meliputi pengetahuan tentang kekerasan berbasis gender, sikap terhadap kesetaraan gender, akses informasi kesehatan reproduksi, dukungan sosial, dan paparan edukasi kesehatan reproduksi. Variabel dependen adalah kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kesadaran perlindungan yang baik dan 22 responden (36,7%) memiliki kesadaran kurang baik. Kesadaran perlindungan berhubungan dengan pengetahuan tentang kekerasan berbasis gender (p=0,003), sikap terhadap kesetaraan gender (p=0,008), akses informasi kesehatan reproduksi (p=0,017), dukungan sosial (p=0,026), dan paparan edukasi kesehatan reproduksi (p=0,011). Kesimpulan: Pengetahuan, sikap terhadap kesetaraan gender, akses informasi, dukungan sosial, dan paparan edukasi berhubungan dengan kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender dalam kesehatan reproduksi. Penguatan edukasi kesehatan reproduksi yang sensitif gender dan peningkatan akses terhadap informasi serta layanan perlindungan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengenali dan mencegah kekerasan.
Copyrights © 2026