Fenomena perundungan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah menjadi masalah serius karena berdampak pada kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah munculnya perasaan rendah diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perundungan dengan rasa rendah diri pada siswa SMP di Kecamatan Dondo. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan design asosiatif kausal. Populasi adalah seluruh siswa SMP di Kecamatan Dondo yang berjumlah 521 siswa, dengan sampel sebanyak 148 siswa yang ditentukan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket perundungan dan angket rasa rendah diri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perundungan dengan rasa rendah diri pada siswa SMP di Kecamatan Dondo dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,428 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti semakin tinggi perundungan yang dialami siswa maka semakin tinggi pula rasa rendah diri yang mereka rasakan. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan perundungan serta upaya peningkatan harga diri siswa.
Copyrights © 2026