Pengelolaan uang saku pada anak usia sekolah dasar merupakan langkah awal penting dalam membentuk perilaku menabung, namun sebagian besar siswa belum memperoleh edukasi eksplisit mengenai cara mengalokasikan uang saku secara bijak, sementara barang bekas di lingkungan sekolah masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penguatan edukasi mengenai alokasi uang saku dan praktik menabung kepada siswa kelas IV A SDN Tanjungpura II, Kecamatan Karawang Barat, melalui pemanfaatan barang bekas sebagai media pembuatan celengan, dengan mengintegrasikan dua pendekatan yang sebelumnya diterapkan secara terpisah oleh mahasiswa KKN, yaitu simulasi numerik alokasi uang saku dan pemberian apresiasi atas hasil karya. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, simulasi alokasi uang saku, praktik pembuatan celengan dari barang bekas, serta pemberian apresiasi kepada karya terbaik. Kegiatan diikuti oleh 60 siswa kelas IV A yang merupakan gabungan dari dua kelompok yang mmengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu memahami konsep alokasi uang saku antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan celengan sekaligus termotivasi oleh mekanisme apresiasi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penguatan dan integrasi dua pendekatan edukasi keuangan berbasis barang bekas efektif memperkuat pemahaman dan motivasi menabung siswa sekolah dasar, serta perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026