Bullying merupakan salah satu masalah serius yang masih banyak terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, yang berdampak pada kesehatan mental remaja. Data menunjukkan bahwa perundungan dapat menurunkan prestasi belajar, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, bahkan keinginan bunuh diri. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang dampak Bullying, tetapi juga memperkuat ketahanan mental siswa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pencegahan Bullying serta memperkenalkan pendekatan Art Therapy sebagai sarana ekspresi dan pengelolaan emosi bagi siswa SMP di Desa Kedungpari, Jombang. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan praktik Art Therapy. Peserta adalah 31 siswa SMP Dwi Dharma yang mengikuti dua sesi kegiatan, yaitu penyuluhan mengenai Bullying serta praktik Art Therapy menggunakan media seni sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan hanya 42% siswa yang memahami definisi Bullying dengan benar. Setelah pelaksanaan, siswa mampu mengidentifikasi bentuk perundungan, mengembangkan empati, serta mengekspresikan perasaan melalui karya seni. Refleksi pasca kegiatan menunjukkan siswa merasa senang, lega, dan lebih percaya diri. Kesimpulannya, penyuluhan anti Bullying yang dipadukan dengan Art Therapy terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa dan memperkuat kesehatan mental mereka. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari Bullying dan sehat bagi kesehatan mental murid.
Copyrights © 2026