Hidayat Nurrohman
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Apocalypticism in Shi'a and Jewish Eschatology: A Comparative Analysis of the Historical Chronology of the End Times Hidayat Nurrohman; Mahmud Muhsinin; Muhammad Wahid Nur Tualeka
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v7i1.14004

Abstract

Apocalypticism is an important aspect of the eschatological traditions in both Shi’a and Jewish thought. Both traditions contain end-time narratives characterized by crisis, divine intervention, and the establishment of a new world order. This study aims to examine apocalypticism in Shi’a and Jewish eschatology through a comparative analysis of the historical chronology of the end times. This research employs a qualitative method using library research within the perspective of religious studies. The primary sources include Shi’a hadith literature, particularly Bihar al-Anwar, as well as apocalyptic texts in the Tanakh such as the Books of Daniel, Ezekiel, Isaiah, and Zechariah. The analysis is based on the apocalyptic theory of John J. Collins, which emphasizes the pattern of historical crisis, divine intervention, and world transformation.The findings show that both Shi’a and Jewish traditions share a similar apocalyptic structure, namely a progression from moral decay and historical crisis toward divine restoration and a new world order. However, differences appear in the central figures and forms of divine intervention. Shi’a eschatology emphasizes the role of Imam Mahdi and Prophet Jesus (Isa AS) as messianic agents, while Jewish eschatology highlights direct divine intervention in restoring Israel and destroying evil forces. This study contributes to comparative eschatological studies by reconstructing scattered apocalyptic narratives into a coherent historical chronology based on Collins’ framework. It provides a structured analytical model for understanding fragmented eschatological texts across different religious traditions. Apokaliptisisme merupakan salah satu aspek penting dalam tradisi eskatologi Syiah dan Yahudi. Kedua tradisi tersebut memiliki narasi akhir zaman yang ditandai oleh krisis, intervensi ilahi, dan terbentuknya tatanan dunia baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apokaliptisisme dalam eskatologi Syiah dan Yahudi melalui analisis komparatif terhadap kronologi historis akhir zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dalam perspektif studi agama-agama. Sumber primer penelitian berasal dari hadis-hadis Syiah, khususnya Bihar al-Anwar, serta teks-teks apokaliptik dalam Tanakh seperti Kitab Daniel, Yehezkiel, Yesaya, dan Zakharia. Analisis penelitian menggunakan teori apokaliptisisme John J. Collins yang menekankan pola krisis historis, intervensi ilahi, dan transformasi dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Syiah dan Yahudi memiliki pola apokaliptik yang serupa, yaitu perjalanan dari krisis dan kerusakan moral menuju pemulihan ilahi dan tatanan dunia baru. Namun, terdapat perbedaan dalam figur sentral dan bentuk intervensi ilahi. Eskatologi Syiah menekankan peran Imam Mahdi dan Nabi Isa AS sebagai agen mesianik, sedangkan eskatologi Yahudi menonjolkan intervensi langsung Tuhan dalam memulihkan Israel dan menghancurkan kekuatan jahat. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi eskatologi komparatif dengan merekonstruksi narasi-narasi apokaliptik yang tersebar menjadi kronologi historis yang lebih sistematis berdasarkan kerangka John J. Collins. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan model analitis untuk memahami teks-teks eskatologis yang bersifat fragmentaris dalam tradisi keagamaan yang berbeda.
PENCEGAHAN BULLYING DAN PENGUATAN KESEHATAN MENTAL MELALUI ART THERAPY PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH DI DESA KEDUNGPARI Prima Nerito; Moh. Faruq Anas; Fibrina Zanuba Rachma; Hilyatul Auliya Sifarani; Eky Karimatun Nisa Nabilah; Hidayat Nurrohman; Fatiyah Zahra; Rito Bintang Ramadhana; Adellia Cindy Pratama Putri; Akbar Azis Julianto
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v7i2.27877

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah serius yang masih banyak terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, yang berdampak pada kesehatan mental remaja. Data menunjukkan bahwa perundungan dapat menurunkan prestasi belajar, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, bahkan keinginan bunuh diri. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang dampak Bullying, tetapi juga memperkuat ketahanan mental siswa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pencegahan Bullying serta memperkenalkan pendekatan Art Therapy sebagai sarana ekspresi dan pengelolaan emosi bagi siswa SMP di Desa Kedungpari, Jombang. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan praktik Art Therapy. Peserta adalah 31 siswa SMP Dwi Dharma yang mengikuti dua sesi kegiatan, yaitu penyuluhan mengenai Bullying serta praktik Art Therapy menggunakan media seni sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan hanya 42% siswa yang memahami definisi Bullying dengan benar. Setelah pelaksanaan, siswa mampu mengidentifikasi bentuk perundungan, mengembangkan empati, serta mengekspresikan perasaan melalui karya seni. Refleksi pasca kegiatan menunjukkan siswa merasa senang, lega, dan lebih percaya diri. Kesimpulannya, penyuluhan anti Bullying yang dipadukan dengan Art Therapy terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa dan memperkuat kesehatan mental mereka. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari Bullying dan sehat bagi kesehatan mental murid.