Sungai dan saluran irigasi merupakan komponen penting sistem daerah aliran sungai (DAS) dalam penyediaan air, pengendalian banjir, serta menunjang pertanian dan kehidupan masyarakat. Dinamika alirannya dipengaruhi oleh karakteristik hidraulik yang saling berkaitan, tetapi hubungan antarparameter di lapangan tidak selalu linier karena variasi topografi, morfologi saluran, dan modifikasi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecepatan aliran dengan lebar badan air, kedalaman rerata, luas penampang basah, kecerahan air, dan debit aliran pada sungai serta saluran irigasi. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dilakukan pada 14 stasiun di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Medan. Data diperoleh melalui pengukuran lapangan dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara lebar badan air dan debit aliran (r=0,803; p<0,01), serta kedalaman rerata dan luas penampang basah (r=0,743; p<0,01). Debit aliran juga berkorelasi kuat dengan kecerahan air (r=0,673; p<0,01), yang menunjukkan keterkaitan dinamika aliran dengan kualitas fisik perairan. Sebaliknya, hubungan kecepatan aliran dengan parameter lain tergolong sedang hingga rendah. Parameter geometrik saluran lebih dominan membentuk debit dibandingkan kecepatan aliran, sehingga hubungan hidraulik perlu dipahami untuk pengelolaan dan pemantauan DAS berkelanjutan.
Copyrights © 2027