IKRA-ITH ABDIMAS
Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026

PEMANFAATAN ETNOBOTANI SEBAGAI OBAT TRADISIONAL, PANGAN, DAN PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT SEKITAR UPTD KPH ALOR (Studi Kasus : Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor)

Yulike H. S. Penali (Universitas Nusa Cendana)
Nixon Rammang (Universitas Nusa Cendana)
Roni Haposan Sipayung (Universitas Nusa Cendana)
Lusia Sulo Marimpan (Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2026

Abstract

Indonesia merupakan negara megadiversitas yang memiliki potensi keanekaragamanhayati baik flora maupun fauna. Masyarakat Desa Lawahing tidak terlepas dengan tradisi dalammenjalankan kehidupan, dilihat dari cara mereka memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhikebutuhan hidup dengan pengetahuan tradisional yang dimiliki. Pengetahuan mengenaipemanfaatan tumbuhan ini perlu diidentifikasi agar terus ada dan dapat dimanfaatkan olehmasyarakat umum yang membutuhkan. Pengambilan data dilakukan menggunakan data primerdan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara,identifikasi tumbuhan, pengambilan titik koordinat, dan dokumentasi. Wawancara dilakukanmenggunakan metode snowball sampling, yang penentuan sampel paling pertama adalahdipilih responden pengunci. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif danmetode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif. Teridentifikasi 71 spesies tumbuhan dari36 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat tradisional, pangan dan pewarna alami.Spesies terbanyak yang dimanfaatkan dari famili Zingiberaceae yang beranggota 7 spesies.Bagian tumbuhan obat tradisional yang dominan adalah daun 44%, teknik pengolahan yangpaling sering digunakan yaitu direbus 20%. Bagian tumbuhan pangan yang dominan adalahbuah 55%, teknik pengolahan yang paling sering digunakan yaitu langsung dikonsumsi 33%,bagian tumbuhan pewarna alami yang dominan adalah daun 43%, teknik pengolahan yangpaling sering dilakukan yaitu dicampurkan lalu ditumbuk 57%. Berdasarkan status konservasiIUCN Red List diperoleh 4 kategori tumbuhan yang ditemukan yaitu LC 25 spesies, EN 1spesies, NE 35 spesies, dan DD 10 spesies, sedangkan status konservasi berdasarkan PermenLHK N0. 20 Tahun 2018, menyatakan semua spesies tumbuhan yang ditemukan di wilayahDesa Lawahing adalah tergolong tidak dilindungi.Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan obat tradisional, Tumbuhan pangan, Tumbuhan pewarna alami, Desa Lawahing

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

IKRAITH-ABDIMAS

Publisher

Subject

Computer Science & IT

Description

This IKRA-ITH Abdimas scientific journal is a Scientific Community Service Journal published by the Institute of Research and Community Service from YAI Persada Indonesia University. This scientific journal is a means of pouring out the ideas and activities of lecturers working in the field of ...