Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan peserta didik kelas V sekolah dasar dalam mengenali situasi belajar pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang berdampak pada keterlibatan dan pemahaman mereka di kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor mengenali situasi belajar melalui dua indikator, yaitu situasi belajar mengajar yang berpusat pada guru dan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan dominan dalam menyampaikan materi melalui metode ceramah, namun tetap membuka ruang partisipasi peserta didik melalui tanya jawab dan pendekatan personal kepada peserta didik yang pasif. Pembelajaran juga diarahkan pada pemahaman peserta didik secara mendalam melalui kegiatan menjelaskan kembali materi, penilaian berbasis keaktifan, dan variasi kegiatan pembelajaran, bukan sekadar hafalan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa dominasi guru dalam pembelajaran tidak selalu menghambat keterlibatan maupun pemahaman peserta didik, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran IPAS yang lebih partisipatif dan bermakna.
Copyrights © 2026