Abstrak Kualitas hubungan sosial termasuk aspek krusial pada konteks perkembangan psikososial remaja karena berperan dalam pembentukan identitas dan kemampuan menjalin relasi interpersonal yang sehat. Kualitas hubungan sosial remaja berpotensi dipengaruhi oleh Fear of Missing Out (FoMO) serta perilaku phubbing, yakni tendensi abai terhadap interaksi tatap muka akibat fokus pada gawai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara FoMO dan kualitas hubungan sosial pada remaja akhir di Kota Surabaya, serta menguji peranan phubbing sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan dari 381 remaja berusia 15–19 tahun menggunakan FoMO Scale, Quality of Relationships Inventory, dan Generic Scale of Phubbing. Analisis data dilakukan menggunakan analisis mediasi melalui PROCESS Macro Model 4. Temuan studi mengindikasikan, FoMO tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas hubungan sosial. Namun, FoMO berpengaruh positif signifikan terhadap phubbing, dan phubbing berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas hubungan sosial. Selain itu, hasil analisis mediasi menghindikasikan, phubbing memediasi secara signifikan hubungan antara FoMO dan kualitas hubungan sosial. Temuan ini memperluas pemahaman teoretis mengenai mekanisme psikologis yang menghubungkan FoMO dan kualitas hubungan sosial remaja, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan intervensi dan literasi digital untuk meningkatkan kualitas relasi sosial remaja. Kata Kunci: Kualitas Hubungan Sosial; FoMO; Phubbing; Remaja Akhir AbstractSocial relationship quality is a crucial aspect of adolescents’ psychosocial development, as it plays an important role in identity formation and the ability to establish healthy interpersonal relationships. Adolescents’ social relationship quality may be influenced by Fear of Missing Out (FoMO) and phubbing behavior, which refers to the tendency to ignore face-to-face interactions due to excessive smartphone use. This study aimed to examine the relationship between FoMO and social relationship quality among late adolescents in Surabaya, Indonesia, and to investigate the mediating role of phubbing in this relationship. This investigation employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected from 381 adolescents aged 15–19 years using the FoMO Scale, the Quality of Relationships Inventory, and the Generic Scale of Phubbing. Data analysis was conducted using mediation analysis with PROCESS Macro Model 4. The outcomes indicated that FoMO did not have a statistically significant direct effect on social relationship quality. However, FoMO had a significant positive effect on phubbing, and phubbing had a significant negative effect on social relationship quality. Furthermore, mediation analysis revealed that phubbing significantly mediated the relationship between FoMO and social relationship quality. These findings extend the theoretical understanding of the psychological mechanisms linking FoMO and adolescents’ social relationship quality and provide practical implications for the development of digital literacy programs and interventions aimed at improving adolescents’ interpersonal relationships. Keywords: Social Relationship Quality; FoMO; Phubbing; Late Adolescents
Copyrights © 2026