Transisi energi yang berkeadilan di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat ketimpangan peran dan tanggung jawab antar aktor, khususnya di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki potensi energi terbarukan besar namun indeks kesiapan transisi energi yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konfigurasi peran aktor dan dampaknya terhadap keadilan energi serta ketahanan energi di NTT. Melalui pendekatan desain penelitian kualitatif-deskriptif, penelitian ini menggunakan kerangka role-based responsibility dari Kortetmäki & Huttunen sebagai alat analisis untuk memetakan distribusi power, privilege, dan interest antar aktor. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, dan studi dokumen kebijakan serta laporan lembaga terkait. Temuan menunjukkan bahwa dominasi aktor global dan nasional menciptakan fragmentasi vertikal dan horizontal yang memperlebar kesenjangan distribusi manfaat dan beban transisi, sehingga memicu ketidakadilan prosedural dan distributif. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah pengayaan literatur transisi energi di tingkat subnasional melalui integrasi analisis kekuasaan aktor dengan konsep keamanan nasional. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi mekanisme kausal bagaimana ketimpangan peran aktor dalam transisi energi menghasilkan kerentanan sosial yang mengancam ketahanan nasional di kawasan perbatasan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi kebijakan yang menuntut koordinasi regulasi yang mengikat secara vertikal-horizontal serta penguatan partisipasi masyarakat sebagai prasyarat transisi yang adil dan aman secara nasional
Copyrights © 2026