Jurnal Ketahanan Nasional
Vol 32, No 2 (2026)

Covert Influence Operations dan Strategi Intelijen Antisipatif: Analisis Pola Advokasi Uyghur Transnasional di Indonesia

Alif Asy'ari (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Pujo Widodo (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Fauzia Gustarina Cempaka Timur (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Kompetisi keamanan kontemporer semakin bergeser ke ruang di bawah ambang konflik bersenjata. Masyarakat sipil dan lingkungan informasi menjadi arena utama bagi operasi pengaruh strategis. Selama periode 2023 hingga 2025, Center for Uyghur Studies (CUS) menyelenggarakan berbagai kegiatan advokasi terkait isu Uyghur di lima kota di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah pola advokasi tersebut dapat dipahami sebagai instrumen covert influence dalam konteks Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan perspektif open-source intelligence (OSINT). Data dikumpulkan dari berbagai sumber terbuka yang telah diverifikasi, diuji akurasinya melalui triangulasi sumber, verifikasi terhadap sumber primer, konsistensi temporal, dan traceability, kemudian dianalisis menggunakan kombinasi pattern analysis, narrative analysis, network mapping, dan funding chain tracing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas advokasi tersebut beroperasi pada spektrum antara aktivitas terbuka dan covert influence, dengan keterkaitan CUS, World Uyghur Congress (WUC), dan National Endowment for Democracy (NED) yang tidak sepenuhnya transparan bagi audiens lokal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan Covert Influence Detection Framework (CIDF) sebagai kerangka analitis berbasis OSINT untuk mendeteksi pola covert influence melalui sumber terbuka, serta merumuskan enam strategi antisipatif guna memperkuat kapasitas deteksi dini tanpa membatasi ruang sipil.

Copyrights © 2026